Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “ Analisis Etika Dalam Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Kerupuk Nasi Menurut Perspektif Ekonomi Islam Di Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman”. Disusun oleh Melina Ayu Bp 3214.136 pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama IslamNegri (IAIN) Bukittinggi. Penulisan ini dilatar belakangi dengan melihat bagaimana para pemilik usaha kerupuk nasi yang ada di Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman dalam menggunakan faktor-faktor produksi.Usaha kerupuk nasi ini merupakan usaha yang bergerak di bidang produksi. Hal ini dapat kita lihat saat sekarang ini banyak usaha yang menggunakan faktor-faktor produksi, tetapi mereka tidak tahu bagaimana etika dalam menggunakan faktor-faktor produksi tersebut. Tujuan penulis melakukan penelitian ini untuk mendeskripsikan dengan mengungkapkan fakta lapangan apakah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip yang di anjurkan dalam ekonomi Islam. Penulisan yang penulis lakukan adalah penelitian lapangan (field research) dan bersifat kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini penulis lakukan di Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman dan informan dari penelitian ini adalah pemilik dan karyawan dari usaha kerupuk nasi. Dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan, penulis menggunakan teknik wawancara, yang mana dalam pembahasannya digunakan metode deskriptif yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terjadi dilapangan secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitianyang penulislakukan, tentang Analisis Etika Dalam Penggunaan Faktor-faktor Produksi Kerupuk Nasi Menurut Perspektif Ekonomi Islam, bahwa dalam menggunakan faktor-faktor produksi para pengusaha kerupuk nasi belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip yang di anjurkan dalam Islam. Masih ada sebagian pengusaha menggunakan sumber daya alam (bahan baku) belum memperhatikan halal dan haramnya suatu bahan baku yang mereka gunakan seperti zat kimia yang berlebihan, dan mereka tidak memperhatikan kebersihan lingkungan. Dalam menggunakan modal beberapa pengusaha masih terlibat dengan hal penggunaan riba (meminjam modal kepada rentenir dan Bank konvensional).Untuk mengatasi masalah tersebut hendaklah para pengusaha lebih bertindak tegas dan konsisten dan menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan.