Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ZALFA AFRIANI

1 karya publik ditemukan.

2026: 1

Makna Simbolik Ritual Bedah Ayam sebagai Praktek Pengobatan Spiritual Keagamaan di Nagari Salimpaung Kabupaten Tanah Datar

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Makna Simbolik Ritual Bedah Ayam Sebagai Praktek Pengobatan Spiritual Keagamaan Di Nagari Salimpaung Kabupaten Tanah Datar” yang ditulis oleh Zalfa Afriani NIM 4622047. Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, tahun 2026. Masyarakat Indonesia memiliki beragam sistem pengobatan tradisional yang berkembang sebagai bagian dari kearifan lokal mereka dan telah diwariskan dari generasi ke generasi. Penelitian ini di latarbelakangi oleh fenomena sosial di mana ritual bedah ayam tetap berlangsung sebagai praktek penyembuhan spiritual dalam konteks keagamaan di Nagari Salimpaung. Ritual ini tidak hanya mencerminkan sistem penyembuhan tradisional, tapi juga merepresentasikan konstruksi makna simbolis dan sistem pengetahuan lokal yang diwariskan turun-temurun di Nagari Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Rumusan masalah yang dibahas yakni: 1) Bagaimana proses pelaksanaan praktek ritual bedah ayam di Nagari Salimpaung? dan 2) Bagaimana makna simbolik ritual bedah ayam sebagai praktek pengobatan spiritual keagamaan di Nagari Salimpaung? Dalam penulisan peneliti menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan etnografi dimana peneliti berusaha menggambarkan dan mendeskripsikan bagaimana proses pelaksanaan praktek ritual bedah ayam di Nagari Salimpaung? serta bagaimana makna simbolik ritual bedah ayam sebagai praktek pengobatan spiritual keagamaan di Nagari Salimpaung? Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Observasi yang peneliti gunakan adalah observasi partisipan dan wawancara tidak terstruktur. Informan kunci dalam penelitian ini adalah dukun, asisten dukun dan informan pendukung adalah pasien, Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori interaksionisme simbolik Herbert Blumer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan ritual bedah ayam dilakukan melalui beberapa tahap, termasuk konsultasi dukun dengan pasien, persiapan media ritual berupa seekor ayam jantan, penyembelihan yang disertai pembacaan doa dan ayat-ayat Al-Qur’an, pembedahan dan penafsiran anatomi ayam, serta penyampaian kesimpulan dan rekomendasi pengobatan kepada pasien. 2) Makna simbolis yang ditemukan dalam ritual pembedahan ayam meliputi hati ayam sebagai simbol kondisi spiritual dan penyakit kronis, darah sebagai simbol kehidupan dan keseimbangan energi, jantung sebagai simbol vitalitas dan kekuatan hidup, empedu sebagai simbol keadaan emosional, usus sebagai simbol kesehatan pencernaan dan hubungan sosial, paru-paru sebagai simbol kesehatan pernapasan, serta kepala sebagai simbol kondisi mental dan kesehatan jiwa.