Rumah-rumah Bergaya Indis di Nagari Sariak Tahun 1988-2023
Skripsi ini berjudul “Rumah-Rumah Bergaya Indis di Nagari Sariak Tahun 1988-2023” yang ditulis oleh YARNI FITRI dengan NIM 4419009, Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2023. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah banyaknya penyebaran rumah-rumah bergaya Indis di Nagari Sariak dengan jumlah 49 buah rumah. Penelitian ini bermaksud untuk memberikan wawasan kepada pembaca terkait makna rumah bergaya Indis di Nagari Sariak serta untuk menjelaskan pemungsian ruang pada rumah-rumah bergaya Indis. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif-naratif. Metode penelitian yang digunakan ialah motode penelitian sejarah. Langkah-langkah dalam penelitian sejarah mencakup; 1) Heuristik, ada dua sumber yaitu primer dan sekunder. Peneliti mendatangi pemilik rumah untuk diwawancara dan mencari dokumen-dokumen berupa foto yang sezaman dengan tahun penelitian. Sedangkan sumber sekunder berupa buku-buku yang berkaitan dengan penelitian, mewawancarai pihak-pihak yang dianggap tahu mengenai penelitian. 2) Kritik Sumber yaitu membandingkan dan memverifikasikan data yang peneliti temukan; 3) Interpretasi berarti menafsirkan atau memberi makna pada fakta-fakta atau bukti-bukti sejarah yang diperoleh selama penelitian; 4) Historiografi penulisan penelitian dalam bentuk skripsi yang berpedoman pada Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Program Sejarah Peradaban Islam Universita Islam Padang Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2023. Hasil penelitian ini, rumah-rumah bergaya Indis di Nagari Sariak banyak dibangun dari tahun 1921-1941, telah ditemukan sebanyak 49 buah rumah bergaya Indis di Nagari Sariak, diantaranya: 34 buah rumah tidak memiliki tahun pendirian dan 15 buah rumah memiliki tahun pendirian, yang ada didinding luar pada beranda rumah. Namun, dari ke-15 buah rumah tersebut peneliti hanya mengambil 5 buah rumah untuk dibahas dalam penulisan ini. Hal ini dikarenakan kurangnya data dan fakta yang penulis dapatkan dari rumah-rumah lainnya. Perubahan bentuk yang terjadi pada bangunan umumnya terjadi karena pelapukan pada bagian rumah serta gempa tahun 2007. Sehingga hal tersebut mempengaruhi fungsi ruang pada rumah-rumah bergaya Indis.