Persepsi Jamaah Haji Terhadap Bimbingan Manasik Haji di Kelompok Bimbingan Manasik Haji (KBIHU) Al-Makmur Kota Solok
Skripsi ini berjudul “Persepsi Jamaah Haji terhadap Pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Makmur Kota Solok.” Penelitian ini dilakukan oleh Yuri Rahmadhani, NIM 3622006, Program Studi Manajemen Haji dan Umrah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya bimbingan manasik haji sebagai proses pembekalan bagi calon jamaah haji agar memiliki pemahaman, kesiapan fisik, mental, dan spiritual dalam melaksanakan ibadah haji sesuai dengan syariat Islam. Keberhasilan pelaksanaan bimbingan manasik tidak hanya ditentukan oleh materi yang diberikan, tetapi juga dipengaruhi oleh persepsi jamaah terhadap kualitas penyelenggaraan bimbingan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi jamaah haji terhadap pelaksanaan bimbingan manasik haji di KBIHU Al-Makmur Kota Solok serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya persepsi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Informan penelitian terdiri atas pimpinan KBIHU, pembimbing manasik, dan jamaah haji KBIHU Al-Makmur Kota Solok. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi jamaah terhadap pelaksanaan bimbingan manasik haji di KBIHU Al-Makmur Kota Solok secara umum bersifat positif. Persepsi tersebut terbentuk melalui tiga tahapan, yaitu stimulus, interpretasi, dan evaluasi. Pada tahap stimulus, jamaah menerima rangsangan berupa penyampaian materi, metode pembelajaran, praktik manasik, pelayanan pembimbing, serta fasilitas yang disediakan KBIHU. Pada tahap interpretasi, jamaah memberikan makna terhadap pengalaman yang diperoleh sehingga meningkatkan pemahaman, kesiapan mental, spiritual, dan rasa percaya diri dalam melaksanakan ibadah haji. Selanjutnya, pada tahap evaluasi, jamaah menilai bahwa pelaksanaan bimbingan manasik telah memberikan manfaat yang nyata dalam meningkatkan kesiapan mereka, meskipun masih terdapat beberapa masukan terkait pengembangan media pembelajaran, fasilitas praktik, dan peningkatan kualitas pelayanan. Persepsi jamaah dipengaruhi oleh faktor internal yang meliputi pengalaman, motivasi, usia, tingkat pendidikan, dan kesiapan spiritual, serta faktor eksternal yang meliputi kompetensi pembimbing, metode pembelajaran, fasilitas, pelayanan, dan lingkungan pelaksanaan bimbingan.