Analisis Kesulitan siswa dalam mempelajari Kosasakata Kelas Tujuh di SMP Negeri 1 Bukittinggi
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Bukittinggi. Tentang adanya beberapa kesulitan yang ditemukan pada siswa VII.E. Kesulitannya adalah kosakata, khususnya dalam mempelajari kosakata mereka cenderung mengalami kesulitan dalam memahami arti kata-kata bahasa Inggris, kurang percaya diri, kurangnya motivasi dalam mempelajari kosakata, dan beberapa siswa memiliki kosakata yang kurang. Penelitian yang digunakan adalah Kualitatif Deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa dalam belajar kosakata, apa kesulitannya, dan penyebab kesulitannya. Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII.E. SMP Negeri 1 Bukittinggi yang terdiri dari 33 siswa, dan juga guru bahasa Inggris yang mengajar dikelas tersebut. Informant ini diperoleh dari purposive sampel. Karena, pengambilan sumber data dengan pertimbangan tertentu, objek yang di anggap paling benar tentang apa yang diharapkan.untuk mengumpulkan data peneliti melakukan observasi checklist, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan temuan penelitian, Penelitian ini mengungkapkan bahwa masalah atau kesulitan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran kosakata sangat beragam. Kesulitan yang dihadapi oleh para siswa adalah hampir semua siswa mengalami kesulitan dalam melafalkan kata, cara menulis dan mengeja, bentuk grammar yang berbeda dari sebuah kata yang dikenal dengan istilah infleksi menjadi salah satu penyebab kesulitan siswa dalam mempelajari kosakata. Selain itu, para siswa juga kesulitan dalam memilih arti kata yang tepat dan juga masih bingung dalam menggunakan kata sesuai dengan konteksnya. Terakhir, para siswa juga masih kebingungan ketika menemukan kata atau ungkapan yang bersifat idiomatik. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kesulitan siswa dalam mempelajari kosakata (1) bentuk tertulis berbeda dengan bentuk lisan dalam bahasa Inggris, (2) jumlah kata yang harus dipelajari siswa sangat banyak, (3) keterbatasan sumber informasi mengenai kata, (4) kompleksitas pengetahuan kata. Mengetahui sebuah kata lebih dari sekedar mengetahui definisi kamus, (5) penyebab kurangnya pemahaman gramatikal kata, (6) pengucapan yang salah seringkali disebabkan oleh kurangnya kemiripan bunyi antara bahasa Inggris dan bahasa ibu siswa.