Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

WAHYUNI RAMADHANI

2 karya publik ditemukan.

2020: 12017: 1

Urgensi Pembelajaran Tahfidz Al-Qur'an Di Era 4.0

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Wahyuni Ramadhani, Nim 201.17025, Judul: Urgensi Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an Di Era 4.0. Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, Tahun Pelajaran 2020. Pembimbing : Dr. Wedra Aprison, M. Ag. Fenomena semangat mempelajari dan menghafal Al-Qur’an yang terus mengalir sangat kita rasakan pada saat sekarng ini. Dimana kita temui rumah-rumah Tahfidz serta lembaga yang menjadikan tahfidz sebagai program unggulan. Meski demikian, tidak bisa dibandingkan dengan kesukaan generasi muda yang memiliki hobi bermain android dan Internet. Zaman milenial yang kita kenal dengan era 4.0 merupakan sebuah perkembangan teknologi yang pesat. Membuat manusia terlena dan bisa lupa dengan keharusannya sebagai umat muslim. Pembuktian dengan terlenanya manusia dengan android dibuktikan dengan segala urusan selalu berhubungan dengan internet. Perkembangan zaman tidaklah salah bahkan, mempermudah pekerjaan manusia namun, jika tidak dibatasi maka tidak akan baik untuk lingkungan manusia. Dengan perkembangan zaman maka hendaknya lah kita menguatkan pondasi kehidupan kita. Khususnya dibidang keagamaan. Pembelajaran tahfidz al-Qur’an menjadi salah satu program yang bisa dijadikan acuan pada era 4.0 ini. Seorang penghafal al-Qur’an membuktikan bahwa bukan hanya dunia yang harus kita turuti namun jugadiselaraskan dengan kecintaan kita kepada akhirat. Pembelajaran Tahfidz al-Quran adalah pendidikan yang mengupas masalah al-Quran dalam makna membaca (tilawah), memahami (tadabbur), menghafal (tahfidz) dan mengamalkan serta mengajarkan atau memeliharanya melalui berbagai unsur. Pembelajaran Tahfidz al-Quran bukan hanya tentang menghafal tapi diharapkan juga menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam al-Quran yang akan terlihat dalam sikap dan aktivitas peserta didik di mana pun dia berada. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca, mencatat, serta mengolah bahan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian penulis di ketahui bahwa, meskipun era yang terus berkembang pada zaman sekarang ini yaitu era 4.0 diharapkan pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an tetap mempertahankan eksistensinya dengan memperhatikan peserta didik yang modern, pendidik yang memperhatikan materi, metode dan strategi pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an, lembaga modern, dan masyarakat modern.. Begitupun di era 4.0 ini. Tidak mengubah urgensi pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an itu sendiri. Pada era 4.0 teknologi yang berkembang menjadi sebuah perubahan yang positif agar memudahkan pendidik dalam memvariasikan pembelajaran Tahfidz untuk peserta didik.

PARTISIPASI SISWA MENGIKUTI KEGIATAN DIDIKAN SUBUH DI MDTA TABLIGHIYAH GAREGEH BUKITTINGGI

2017 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini atas nama Wahyuni Ramadhani, NIM. 2113.067 Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri dengan judul: “PARTISIPASI SISWA MENGIKUTI KEGIATAN DIDIKAN SUBUH DI MDTA TABLIGHIYAH GAREGEH BUKITTINGGI”. Latar belakang penulis mengangkat judul skripsi ini adalah karena penulis melihat adanya masalah yang berkaitan dengan partisipasi siswa pada didikan subuh. Masih banyak siswa yang tidak hadir, datang terlambat, berbicara didalam mesjid, tidak mau ikut serta untuk tampil di depan siswa lainnya sehingga partisipasi siswa tidak terlihat pada kegiatan didikan subuh ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan jenis deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi informan kunci dalam penelitian ini adalah siswa MDTA Tablighiyah, sedangkan Informan pendukung adalah Guru Pembina didikan subuh di MDTA Tablighiyah Garegeh dan orang tua siswa kelas III. Perolehan data dengan observasi dan wawancara, teknik analisis data dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari hasil perolehan data yakni nya observasi dan wawancara. Teknik triangulasi data adalah dengan membandingkan data atau informasi hasil pengamatan dengan hasil wawancara yang didapatkan di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menarik kesimpulan bahwa siswa di MDTA Tablighiyah Garegeh kurang berpartisipasi pada kegiatan didikan subuh. Ini dapat dilihat dari beberapa faktor yaitu kurangnya keterlibatan mental dan emosi siswa. Siswa tidak mau memperkuat mentalnya sehingga masih banyak rasa takut dan malu untuk berpartisipasi pada kegiatan didikan subuh ini. Dari segi partisipasi fisik, banyaknya siswa yang tidak hadir pada kegiatan didikan subuh ini serta keterlambatan siswa yang membuktikan partisipasi yang tidak maksimal. Kemudian dari partisipasi masyarakat kurangnya reward yang diberikan orang tua untuk siswa, dan tidak semua orang tua mengetahui bahwa didikan subuh merupakan salah satu kegiatan yang menunjang keaktifan dan partisipasi siswa.