Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

WAHYUNI LESTARI

2 karya publik ditemukan.

2025: 12019: 1

TRADISI WEDAK RIPIH ADAT JAWA SEBELUM AKAD NIKAH PADA ERA MODERN DI NAGARI KOTO RANAH KECAMATAN KOTO BESAR KABUPATEN DHARMASRAYA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSkripsi ini berjudul “Tradisi Wedak Ripih Adat Jawa Sebelum Akad Nikah Pada Era Modern Di Nagari Koto Ranah Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya Perspektif Hukum Islam”. Skripsi ini disusun oleh Nur Wahyuni Lestari Nim 1121127, Program Studi Hukum Keluarga Islam (ahwal syakhsiyyah) Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, tahun 1446 H/2025 M. Tradisi Wedak Ripih yaitu tradisi yang dilakukan sebelum akad nikah. Yaitu berupa acara berdoa untuk calon pengantin dengan cara mengelilingi rumah sambil menggerakkan badan dan makanan yang dibawa dengan bacaan tertentu (mantra) sebanyak 3 kali dengan diiringi musik Jawa dan menyiapkan makanan untuk tamu. Tradisi Wedak Ripih merupakan prosesi pra nikah (khitbah) yang bertujuan untuk mendoakan calon pengantin agar sakinah mawaddah warahmah. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk meneliti Pertama, bagaimana praktek tradisi Wedak Ripih Adat Jawa di Nagari Koto Ranah Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya? Kedua, bagaimana tinjauan Hukum Islam (Istihsan, Maslahah Mursalah dan ‘Urf) terhadap tradisi Wedak Ripih Adat Jawa di Nagari Koto Ranah Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya.Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang penulis lakukan di kenagarian Koto Ranah Kec. Koto Besar Kab. Dharmasraya. Informan dalam penelitian ini merujuk pada tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat lainnya yang paham tentang tradisi wedak ripih ini. Teknik penggunaan dan analisis data menggunakan analisis kualitatif yaitu dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa : pertama, tradisi wedak ripih di Nagari Koto Ranah Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya masih dilaksanakan sampai saat ini. Waktu pelaksanaannya pada saat pukul 00.00 WIB pada era dahulu dan pada era modern boleh kapan saja asalkan sebelum melakukan akad nikah. Kedua, tradisi wedak ripih ini dikategorikan sebagai Istihsan bil ‘urf (sesuatu yang didasarkan oleh adat kebiasaan), dari segi tingkatan maslahah mursalah tradisi ini termasuk kedalam kategori maslahat hajiyat (merujuk pada kebutuhan manusia yang bersifat sekunder), kemudian tradisi wedak ripih ini termasuk kedalam kategori Urf Fasid yaitu kebiasaan yang bertentangan dengan dalil-dalil syara’ yaitu dengan membaca bacaan tertentu menggunakan bahasa Jawa (mantra) saat berkeliling rumah sebanyak tiga kali.

PERSEPSI MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI) TERHADAP KEBERADAAN BANK KONVENSIONAL DI IAIN BUKITTINGGI

2019 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “PERSEPSI MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI) TERHADAP KEBERADAAN BANK KONVENSIONAL DI IAIN BUKITTINGGI ” yang disusun oleh WAHYUNI LESTARI Nim. 3315014, Jurusan S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Latar belakang dalam penelitian ini adalah adanya bank konvensional di kampus IAIN Bukittinggi dan mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis islam merupakan mayoritas umat islam dengan latar belakang berbasis syariah yang telah mengetahui bahwa bank konvensional memakai sistem bunga atau riba. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa FEBI IAIN bukittinggi terhadap keberadaan bank konvensional di IAIN Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field reseach) yaitu dengan menggunakan analisis kualitatif deskriptif dalam mendapatkan gambaran secara objektif dengan menggunakan permasalahan sesuai dengan data yang diperoleh dari penelitian. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara. Sedangkan dalam pembahasan menggunakan teknik deskriptif yaitu menggambarkan keadaan yang terjadi dilapangan secara sistematis kemudian dilakukan analisis terhadap data tersebut. Dari hasil penelitian tentang persepsi mahasiswa FEBI terhadap keberadaan bank konvensional di kampus IAIN Bukitinggi yang telah dilakukan pada mahasiswa FEBI, dapat dikemukakan kesimpulan yaitu Mahasiswa FEBI ada yang Pro, Kontra, dan Netral dengan temuan sebesar 56% mahasiswa setuju terhadap keberadaan bank konvensional di kampus IAIN Bukittinggi dengan persepsi akan memudahkan mahasiswa dalam bertransaksi karena mereka menggunakan rekening bank konvensional, sebesar 29% tidak setuju dengan persepsi bank konvensional menggunakan sistem riba sebagai perguruan tinggi islam seharusnya menggunakan bank syariah. 13% mahasiswa netral dengan persepsi mereka tidak memperdulikan masalah ada atau tidaknya bank konvensional.