Pengaruh ESG Disclosure Terhadap Nilai Perusahaan dengan Firm Life Cycle sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Perusahaan Sektor Energy di Bei 2022–2024)
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Pengaruh ESG Disclosure Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Firm Life Cycle Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Perusahaan Sektor Energi Di BEI 2022–2024)”. Disusun oleh Tata Ramadhani Nim 3422131, mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya perhatian terhadap penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai indikator keberlanjutan perusahaan. Meskipun demikian, hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh ESG Disclosure terhadap nilai perusahaan masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ESG Disclosure terhadap Nilai Perusahaan dengan Firm Life Cycle sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024 serta meninjaunya dari perspektif syariah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan (annual report) dan laporan keberlanjutan (sustainability report) perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 25 perusahaan dengan jumlah observasi sebanyak 75 data. ESG Disclosure diukur menggunakan indeks Global Reporting Initiative (GRI), nilai perusahaan diproksikan dengan Tobin's Q, sedangkan Firm Life Cycle diproksikan menggunakan Retained Earnings to Total Equity (RE/TE). Teknik analisis data menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESG Disclosure tidak berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan, yang ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 0,458 lebih kecil dari t tabel sebesar 1,993 dengan nilai signifikansi sebesar 0,648 lebih besar dari 0,05, sehingga hipotesis pertama ditolak. Selanjutnya, Firm Life Cycle yang diproksikan menggunakan Retained Earnings to Total Equity (RE/TE) tidak mampu memoderasi pengaruh ESG Disclosure terhadap Nilai Perusahaan, yang ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 1,559 lebih kecil dari t tabel sebesar 1,993 dengan nilai signifikansi sebesar 0,124 lebih besar dari 0,05, sehingga hipotesis kedua ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan ESG belum mampu meningkatkan nilai perusahaan, serta Firm Life Cycle belum mampu memperkuat maupun memperlemah hubungan antara ESG Disclosure dan Nilai Perusahaan pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024.