Strategi Pengendalian Risiko Produksi Peternakan Ayam Broiler Sistem Closed House (Studi: Peternakan Ayam Broiler Nofiardi Korong Simpang Tigo, Kecamatan Sintoga, Kabupaten Padang Pariaman)
Skripsi ini disusun oleh Silvina Sari, NIM 3720047, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittingg. Skripsi ini berjudul“Strategi Pengendalian Risiko Produksi Peternakan Ayam Broiler Sistem Closed House (Studi: Peternakan Ayam Broiler Nofiardi Korong Simpang Tigo, Kecamatan Sintoga, Kabupaten Padang Pariaman)”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan sistem closed house pada peternakan ayam broiler menjadi pilihan strategis untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kesejahteraan hewan. Meskipun sistem ini memiliki keuntungan dalam menciptakan lingkungan yang terkendali, beberapa risiko produksi mungkin mengintai seperti risiko kegagalan produksi, rendahnya produkstivitas, kerusakan produksi akibat hama dan penyakit, perbedaan iklim dan cuaca, serta kesalahan sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengendalian risiko produksi peternakan ayam broiler Nofiardi sistem closed house. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Infoman dalam penelitian ini adalah pemilik peternakan ayam broiler sistem closed house. Data yang diperoleh dari penelitian ini berasal dari hasil observasi dan wawancara yang kemudian dianalisis dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Streghts-Opportunities (SO) memiliki bobot tertinggi dibandingkan alternatif strategi lainnya yaitu sebesar 3,75. Strategi ini diterapkan berdasarkan hasil analisis matriks SWOT dengan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Strategi SO terdiri dari 4 alternatif yaitu: (1) Memanfaatkan peralatan canggih sebagai daya tarik bagi mitra dalam kerja sama inti-plasma untuk mengurangi risiko produksi. (2) Mengintegrasikan pengelolaan lingkungan yang optimal dengan penggunaan teknologi produksi yang lebih modern. (3) Evaluasi mendalam terhadap sistem produksi, mengidentifikasi area di mana produktivitas dapat ditingkatkan lebih lanjut. (4) Peternakan dapat memberikan memperkuat perlindungan terhadap faktor eksternal yang dapat mempengaruhi produksi.