Interaksi Sosial Mantan Narapidana Terorisme Dengan Masyarakat di Jorong Balai Panjang Nagari Kamang Hilia Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam
Abstrak Skripsi ini disusun oleh Salsa Bilqis Nabila NIM 4619039, Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah,Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Interaksi Sosial Mantan Narapidana Terorisme Dengan Masyarakat Di Jorong Balai Panjang Nagari Kamang Hilia Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam”. Latar belakang masalah penelitian ini yaitu terjadinya sebuah konflik yang dilakukan oleh salah seorang penduduk yang tinggal di Jorong Balai Panjang. Konflik itu berkaitan dengan Ideologi yang bertentangan sehingga melawan pemerintah. Konflik tersebut bisa merusak bahkan menghilangkan nyawa seseorang. Konflik tersebut adalah Terorisme. Salah satu masyarakat yang tinggal di Jorong Balai Panjang terlibat kasus Terorisme diakibatkan oleh pengaruh ajakan teman lingkungan sehari-hari. Sehingga terpengaruh dan diketahui konfliknya. Setelah selesai menjalankan hukuman negara. Mantan narapidana terorisme dikelmbalikan ke masyarakatnya. Melihat permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana interkasi sosial mantan narapidana terorisme dengan masyarakat di Jorong Balai Panjang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini dilakukan di Jorong Balai Panjang Nagari Kamang Hilia Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam. Dalam pengumpulan data berjumlah 10 Orang, yang menjadi informan terlibat adalah mantan narapidana terorisme,tokoh adat, tokoh agama, pejabat setempat, dan pembimbing mantan narapidana terorisme. Sedangkan yang menjadi informan pendukung yaitu masyarakat dan keluarga serta lingkungan mantan narapidana terorisme di Jorong Balai Panjang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk interaksi sosial yang terjadi antara mantan narapidana terorisme dengan masyarakat di Jorong Balai Panjang bersifat Asosiatif. Bentuk interaksi yang didapatkan ada dua bentuk, yaitu dalam kegiatan sosial dan kegiatan keagamaan. Dalam kegiatan sosial mantan narapida terorisme ikut serta dalam bentuk kegiatan gotong royong, organisasi sosial, dan acara sosial. Dan sedangkan dalam kegiatan keagamaan, mantan narapidana terorisme menjadi pribadi yang taat dalam beribadah, dan dalam interaksi sehari-hari mantan narapidana terorisme selalu ikut serta dalam kegiatan shalat jama’ah, dan kegiatan keagamaan lainnya.