2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengembangan kurikulum dilihat di sini sebagai proses untuk membuat keputusan program dan untuk merevisi produk dari keputusan tersebut atas dasar evaluasi Yang dimaksud dengan model pengembangan kurikulum yaitu langkah atau prosedur sistematis dalam proses penyusunan suatu kurikulum. Dengan memahami esensi model pengembangan kurikulum dan sejumlah alternatif model pengembangan kurikulum, para pengembang kurikulum diharapkan akan bisa bekerja secara lebih sistematis, sistemik dan optimal. Sehingga harapan ideal terwujudnya suatu kurikulum yang akomodatif dengan berbagai kepentingan, teori dan praktik, bisa diwujudkan.
Pondok Pesantren MUS Candung merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang berada di kecamatan Candung Kabupaten Agam. Program unggulan MUS Candung adalah membentu kelas khusus yang disebut dengan kelas takhasus kitab kuning untuk santri yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat MA pada kelas XII. Kelas takhasus ini merupakan kegiatan pembelajaran yang berbaisi budaya mangaji ka surau atau istilah penduduk sekitar ngaji duduak. Budaya bagi kaum intelektual kitab kuning untuk melestrarikan kejayaan kitab kuning melalui kajian komprehensif. Pembentukan kurikulumnya menjadi persoalan utama bagi kelas 7 takhasus ini. Penyebanya karena pembelajran yang konvensional telah berlangsung secara turun temurun tanpa adanya target yang jelas dan kajian dalam kitab kuning terlalu luas bahkan terdapat penalaran yang jauh atar setiap materi.
Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengembangan perangkat pembelajaran berbasis broad fields design. Salah satunya adalah dengan langkah awal membuat target perencanan yang jelas. model pembelajaran yang strategis dan evaluasi yang terprogram. Konsep manajemen kurikulum yang matang menjadi titik terang untuk mewujudkan program takhasus kitab kuning setara dengan program perkuliahan atau ma'had 'aliy.
Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development). Teknik pengembangannya menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran fiqh berbasis broad fields design. Penelitian dikembangkan dengan menggunakan model four D. Rangkaian kegiatan pengembanganya tahapan yaitu: Define (Pendefenisian), Design ( Perancangan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate ( Penyebaran).
Perangkat pembelajaran ini memiliki nilai validasi sebesar 93,766% dan dinyatakan sangat valid. Sedangkan hasil uji praktikalitas sebesar 91,4% dan dinyatakan modul ini sangat praktis. Modul bahan ajar ini juga diyatakan efektif dengan nilai korelasi sebesar 0,71 dan memiliki pengaruh sebesar 71%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rudi Hartono, 201. 17005. “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fiqh Berbasis Broad Fields Curriculum Pada Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulumi Syar’iyyah V Suku Candung. Tesis Program Pasca Sarjana IAIN Bukittinggi. Pengembangan kurikulum dilihat di sini sebagai proses untuk membuat keputusan program dan untuk merevisi produk dari keputusan tersebut atas dasar evaluasi Yang dimaksud dengan model pengembangan kurikulum yaitu langkah atau prosedur sistematis dalam proses penyusunan suatu kurikulum. Dengan memahami esensi model pengembangan kurikulum dan sejumlah alternatif model pengembangan kurikulum, para pengembang kurikulum diharapkan akan bisa bekerja secara lebih sistematis, sistemik dan optimal. Sehingga harapan ideal terwujudnya suatu kurikulum yang akomodatif dengan berbagai kepentingan, teori dan praktik, bisa diwujudkan. Pondok Pesantren MUS Candung merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang berada di kecamatan Candung Kabupaten Agam. Program unggulan MUS Candung adalah membentu kelas khusus yang disebut dengan kelas takhasus kitab kuning untuk santri yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat MA pada kelas XII. Kelas takhasus ini merupakan kegiatan pembelajaran yang berbaisi budaya mangaji ka surau atau istilah penduduk sekitar ngaji duduak. Budaya bagi kaum intelektual kitab kuning untuk melestrarikan kejayaan kitab kuning melalui kajian komprehensif. Pembentukan kurikulumnya menjadi persoalan utama bagi kelas 7 takhasus ini. Penyebanya karena pembelajran yang konvensional telah berlangsung secara turun temurun tanpa adanya target yang jelas dan kajian dalam kitab kuning terlalu luas bahkan terdapat penalaran yang jauh atar setiap materi. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengembangan perangkat pembelajaran berbasis broad fields design. Salah satunya adalah dengan langkah awal membuat target perencanan yang jelas. model pembelajaran yang strategis dan evaluasi yang terprogram. Konsep manajemen kurikulum yang matang menjadi titik terang untuk mewujudkan program takhasus kitab kuning setara dengan program perkuliahan atau ma'had 'aliy. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development). Teknik pengembangannya menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran fiqh berbasis broad fields design. Penelitian dikembangkan dengan menggunakan model four D. Rangkaian kegiatan pengembanganya tahapan yaitu: Define (Pendefenisian), Design ( Perancangan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate ( Penyebaran). Perangkat pembelajaran ini memiliki nilai validasi sebesar 93,766% dan dinyatakan sangat valid. Sedangkan hasil uji praktikalitas sebesar 91,4% dan dinyatakan modul ini sangat praktis. Modul bahan ajar ini juga diyatakan efektif dengan nilai korelasi sebesar 0,71 dan memiliki pengaruh sebesar 71%.
2018 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Rudi Hartono, 2113.128: Metode Penanaman Nilai-Nilai Akhlak pada Anak Usia Dini di PAUD BUNDA Jorong Pasanehan Kenagarian Lasi. Skripsi ini membahas tentang penanaman nilai-nilai Akhlak pada anak usia dini di PAUD BUNDA. Kajian ini di latar belakangi dengan adanya problematika yang marak terjadi di lingkungan masyarakat, seperti: tingkah laku yang kurang baik, pergaulan di lingkungan yang kurang terperhatikan. Hal itu merupakan salah satu dampak dari kurangnya Penanaman nilai-nilai Islami dari keluarga, sehingga perlu adanya penanaman nilai-nilai Islami yang dilakukan pada lembaga pendidikan non formal yaitu lembaga PAUD BUNDA. Penelitian ini diharapkan dapat menawarkan beberapa metode dalam penanaman nilai-nilai Akhlak untuk anak usia dini. Studi ini dimaksudkan untuk memberikan jawaban dari permasalahan: bagaimanakah metode penanaman nilai-nilai Akhlak pada Anak Usia Dini di PAUD BUNDA Jorong Pasanehan Kenagarian Lasi. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif, sehingga permasalahannya dibahas melalui studi lapangan yang dilaksanakan di PAUD BUNDA Jorong Pasanehan. Datanya diperoleh dari beberapa sumber dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari semua data yang telah diperoleh kemudian diolah dengan analisis deskriptif. Penelitian ini telah menemukan bahwa penanaman nilai-nilai Akhlak pada PAUD BUNDA dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode yang saling melengkapi, yaitu metode pembiasaan, bercerita/ dongeng, demonstrasi, bernyanyi, dan tanya jawab. Ditunjang dengan sarana prasarana yang memadai, dapat mendorong anak didik berkembang lebih maksimal.