Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RINGGA PISKA

1 karya publik ditemukan.

2025: 1

Analisis Dampak Impulsive Buying Pada Perilaku Berhutang Pada Masyarakat Dengan Aplikasi Pinjaman Online

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan era digitalisasi telah mengubah aktivitas ekonomi secara signifikan, khususnya dalam pola perilaku konsumsi dan belanja online, yang mendorong munculnya fenomena impulsive buying. Keterbatasan keuangan sering kali disiasati dengan penggunaan aplikasi pinjaman online (pinjol) sebagai solusi instan untuk berhutang, namun tanpa perencanaan keuangan yang matang, hal ini berpotensi menimbulkan masalah serius seperti jeratan utang dan tekanan finansial. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam dampak finansial yang timbul akibat impulsive buying, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Menganalisis dampak sosial yang ditimbulkan oleh masalah hutang akibat pinjaman online pada masyarakat terkhusus di Nagari Malalak Timur, Kec. Malalak, Kab. Agam. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Nagari Malalak Timur, Kec. Malalak, Kab. Agam. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan. pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek perilaku impulsive buying menyebabkan pengguna mengalami pengeluaran yang melebihi kemampuan finansial, munculnya penyesalan setelah berbelanja, stres akibat tekanan ekonomi, dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok karena dana telah digunakan untuk pembelian yang tidak perlu. Dalam jangka panjang. ketergantungan terhadap pinjaman online akibat impulsive buying menjerumuskan individu ke dalam siklus utang yang berkelanjutan, menyebabkan tekanan ekonomi yang berkepanjangan, dan memicu ketergantungan terhadap layanan keuangan digital. Kondisi ini berisiko menurunkan kualitas hidup pengguna, baik dari aspek ekonomi maupun psikologis.