Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RINA HENDRAWATI

1 karya publik ditemukan.

2026: 1

Analisis Pengaruh Pertumbuhan Industri Mikro Kecil Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Sumatra Barat

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Industri Mikro Kecil (IMK) merupakan salah satu penopang utama struktur ekonomi daerah di Provinsi Sumatera Barat, termasuk di Kota Bukittinggi yang perekonomiannya didominasi oleh sektor perdagangan dan jasa berskala kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan jumlah usaha Industri Mikro Kecil (IMK) terhadap penyerapan tenaga kerja, yang didekati melalui Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), dengan fokus lokasi pada Kota Bukittinggi dan dibandingkan dengan pola pada 18 kabupaten/kota lain di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel (pooled cross-section time series) yang mencakup 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat selama periode 2021-2023, bersumber dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data dilakukan melalui regresi data panel dengan tiga model estimasi, yaitu Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM), yang pemilihannya ditentukan melalui Uji Chow dan Uji Hausman. Hasil Uji Chow menunjukkan bahwa Fixed Effect Model lebih tepat digunakan dibandingkan Common Effect Model, sedangkan hasil Uji Hausman mengindikasikan bahwa Random Effect Model merupakan model yang lebih konsisten dibandingkan Fixed Effect Model pada taraf signifikansi 5 persen. Hasil estimasi Random Effect Model menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah usaha IMK tidak berpengaruh signifikan terhadap TPAK pada tingkat kepercayaan 95 persen, yang mengindikasikan bahwa penyerapan tenaga kerja oleh sektor IMK di Sumatera Barat, termasuk Kota Bukittinggi, masih ditentukan oleh faktor struktural lain di luar sekadar pertambahan jumlah unit usaha, seperti produktivitas usaha, akses permodalan, dan kapasitas SDM pelaku usaha. Temuan ini memberikan implikasi bahwa kebijakan pemberdayaan IMK, termasuk yang berbasis pembiayaan syariah dan zakat produktif, perlu diarahkan tidak hanya pada penambahan jumlah unit usaha, tetapi juga pada penguatan kapasitas dan keberlanjutan usaha agar daya serap tenaga kerjanya optimal.