Self love dalam Al-qur'an Perspektif Hamka dalam Tafsir Al-Azhar (Analisis Karakteristik Self love Le Ming Xue)
Rifaldi Chandra, NIM 41220011, Judul Skripsi : “Self-Love dalam Al-Qur’an Perspektif HAMKA dalam Tafsir Al-Azhar” Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah ( FUAD), Universitas Islam Negri ( UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. 2026 Perkembangan masyarakat modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi, arus informasi cepat, dan dinamika sosial yang kompleks telah mengubah cara individu memandang dirinya secara signifikan. Di tengah perubahan tersebut, konsep self-love menjadi salah satu tema yang banyak dibicarakan dalam kajian psikologi kontemporer sebagai respons terhadap tekanan hidup modern. Di tengah perubahan ini konsep self-love menjadi salah satu tema yang banyak dibicarakan dalam pandangan psikologi maupun ayat-ayat Al-Qur‘an. Al-Qur‘an memiliki pembahasan yang segnifikan untuk memuliakan manusia selaras dengan teori-teori yang dikemukan oleh Le Ming Xue, hal in yang menjadi daya tarik penulis untuk meneliti lebih dalam dan mengangkap penelitian ini. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik self-love dalam ayat-ayat al-Qur‘an,untuk mengetahui bagaimana penafsiran HAMKA dalam menafsirkan ayat-ayat yang berkaitan engan self-love,dan untuk mengetahui bagaimana relevansi pemikiran HAMKA tentang self-love dalam Al-Qur‘an terhadap kontes kehidupan manusia modern. Penelitian menggunakan metode pustaka (library reseach), pendekatan kualitatf,selain itu penelitian ini bersifat tematik yaitu menggabungkan satu tema pembahasan dan menjadikan satu dalam topik penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima karakteristik self-love Le Ming Xue memiliki kesesuaian dengan nilai Al-Qur‘an, yaitu self cherishing dengan al-karamah dan ash-shiyanah, self acceptance dengan ar-ridha dan at-taqabbul, self persistence dengan al-istiqamah dan al-'izzah, self responsibility dengan al-mas'uliyyah dan al-amanah, serta self restraint dengan al-mujahadah dan at-taqwa. Penafsiran HAMKA dalam Tafsir Al-Azhar menunjukkan bahwa self-love merupakan upaya menghargai, menerima, menjaga, mengembangkan, dan mengendalikan diri berdasarkan tauhid, akhlak, tanggung jawab, dan ketakwaan. Relevansi konsep tersebut bagi manusia modern terlihat dalam menghadapi krisis identitas, rendahnya harga diri, body shaming, pencarian validasi di media sosial, tekanan hidup, dan lemahnya pengendalian diri. Self-love menurut HAMKA tidak berorientasi pada kepuasan diri semata, tetapi membentuk pribadi yang mampu menerima diri, menjaga martabat, bertanggung jawab, teguh menghadapi tantangan, dan mengendalikan hawa nafsu. Dengan demikian, konsep ini bersifat holistik dan relevan dalam membangun keseimbangan fisik, psikologis, sosial, moral, dan spiritual. Kata kunci: self-love, Al-Qur'an, HAMKA, Tafsir Al-Azhar