Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Tahu Pada Pabrik Tahu Cangkiang Food
Skripsi ini berjudul Analisis Perhitungan Harga Pokok Peroduksi Tahu Pada Pabrik Tahu Cangkiang Food yang di susun oleh Riana Wiliza, NIM 3422135 Program Studi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonami dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Akuntansi biaya berperan penting dalam penetapan, analisis, dan pelaporan biaya untuk mendukung perhitungan harga pokok produksi. Pada umumnya, perusahaan bertujuan memperoleh laba optimal, yang dapat dicapai melalui peningkatan harga jual atau pengendalian biaya produksi. Biaya produksi yang tidak terkelola dengan baik akan meningkatkan harga pokok produk, menurunkan daya saing, dan berdampak pada penurunan laba. Oleh karena itu, pencatatan dan perhitungan biaya produksi harus dilakukan secara tepat agar menghasilkan harga pokok produk yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perhitungan harga pokok produksi yang di lakukan Pabrik Tahu Cangkiang Food, dan memberikan pemahaman ilmu kepada pemilik pabrik tahu cangkiang food tentang cara-cara menghitung harga pokok produksi serta penentuan harga yang di tetapkan setelah menghitung seluruh biaya-biaya yang di keluarkan pada saat produksi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kuantitatif, dengan metode pengumpulan data melakui obserfasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan analisis perhitungan harga pokok produksi, yaitu dengan cara menjumlahkan semua komponen harga pokok produksi ( biaya bahan baku, tenaga kerja dan biaya overhead pabrik). Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa perhitungan harga pokok produksi Pabrik Tahu Cangkiang Food dan penulis, pada Pabrik Tahu Cangking Food hanya menghitung harga pokok produksi secara sederhana dengan memasukkan biaya bahan baku dan tenaga kerja saja tanpa mengelompokan biayanya, sedangkan perhitungan harga pokok produksi semestinya memasukkan semua biaya termasuk biaya overhead pabrik, dimana biaya-biaya tersebut yaitu biaya overhead variabel ( biaya bahan bakar dan biaya listrik) dan biaya overhead tetap (biaya tenaga kerja langsung dan biaya penyusutan peralatan). Kemudian Dari hasil analisis data yang dilakukan oleh peneliti terhadap Pabrik Tahu Cangkiang Food diperoleh Biaya Bahan Baku selama bulan Desember 2025 sebesar Rp 15.810.000, biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 22.500.000 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 2.377.497 serta harga jual diperoleh sebesar Rp 341/ potong tahu. Jadi keuntungan yang di dapatkan oleh Pabrik Tahu Cangkiang Food dalam satu potong tahu sebesar Rp 69 perpotong, maka dalam bulan desember 2025 Pabrik Tahu Cangkiang Food memeperoleh keuntungan bersih sebesar Rp 69 x 155.000 potong tahu dalan satu bulan = Rp 10.695.000.