2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tesis ini disusun oleh: Retna Fitri, S.Pd NIM 20118007 dengan judul “Nilai-nilai Pendidikan Lingkungan Dalam Q.S. Ar-Ruum Ayat 41-43 Menurut Tafsir Al-Azhar Karya HAMKA”. Pada Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penulisan Tesis ini dilatarbelakangi oleh terjadinya kerusakan lingkungan, baik berupa terjadinya banjir di berbagai tempat, longsor dan pembakaran hutan secara liar dan lain-lain. Dalam Al-Qur‟an banyak sekali ayat yang menjelaskan mengenai pendidikan lingkungan hidup, salah satunya adalah Q.S. Ar-Ruum ayat 41- 43. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran HAMKA terhadap Q.S. Ar-Ruum ayat 41-43 dan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan lingkungan yang terkandung dalam Q.S. Ar-Ruum ayat 41-43. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian studi pustaka atau library research. Yaitu pengumpulan data atau informasi dari berbagai dokumen yang dapat berbentuk tulisan seperti jurnal penelitian, tesis, buku teks, atau monumental yang ada relevansinya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik documenter. Dengan melakukan editing, penyajian data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan analisis penulis di dapatkan hasil sebagai berikut: 1) penafsiran HAMKA terhadap Q.S. Ar-Ruum ayat 41-43 menyatakan bahwa Allah telah mengirimkan manusia ke bumi ialah untuk menjadi khalifah Allah SWT. Kerusakan yang terjadi di alam semesta ini sebagian disebabkan oleh manusia, serta memperingatkan manusia agar menegakkan wajah kepada agama yang lurus, yaitu Islam. 2) Nilai-nilai pendidikan lingkungan yang terkandung dalam Q.S. Ar-Ruum ayat 41-43 diantaranya adalah nilai tanggung jawab, perubahan perilaku, partisipasi, akhlak, ibadah, mu‟amalah dan etos kerja, aqidah dan kesadaran. Kata Kunci: Nilai Pendidikan Lingkungan
2016 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
<p style="text-align: center;">
<strong>ABSTRAK</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
Skripsi ini atas nama <strong>Retna Fitri, NIM. 2112.019 </strong>dengan judul <strong>“Metode Pembentukan Akhlak Siswa Di SMA Muhammadiyah Salareh Aia Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam”.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
Akhlak merupakan pondasi yang utama dalam pembentukan pribadi manusia. Pembentukan akhlak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga maupun masyarakat. Akhlak yang baik tidak akan terwujud dengan sendirinya tanpa melalui proses pembentukan dan pembinaan. Yang menjadi latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah siswa terlambat datang ke sekolah, masih ada sebagian kecil siswa yang merokok diperkarangan sekolah, siswa kurang menghargai guru dan tidak sopan dalam berbicara. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode pembentukan akhlak siswa di SMA Muhammadiyah Salareh Aia Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam.</p>
<p style="text-align: justify;">
Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian <em>deskriptif</em> dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan dan menganalisis data berupa kata-kata lisan maupun tulisan dengan alat pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi dan wawancara. Sumber data dan informan penelitian adalah Bapak kepala sekolah SMA Muhammadiyah Salareh Aia serta beberapa orang guru dan siswa kelas XI A, dan yang menjadi informan kunci adalah seorang guru Pendidikan Agama Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">
Pihak sekolah SMA Muhammadiyah Salareh Aia telah menerapkan beberapa metode untuk membentuk akhlak siswa. Metode tersebut dilakukan dengan cara memberikan contoh teladan kepada siswa, memberikan pembiasaan-pembiasaan yang terkontrol, memberikan nasehat dan arahan kepada siswa, memberikan hadiah bagi siswa yang berprestasi dan berprilaku terpuji serta memberikan hukuman bagi siswa yang berbuat salah. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa, pihak sekolah SMA Muhammadiyah Salareh Aia telah berusaha semaksimal mungkin untuk membentuk akhlak siswa. Dengan cara menerapkan beberapa metode pembentukan akhlak, seperti metode keteladanan, pembiasaan, nasehat serta pemberian hadiah dan hukuman. Meskipun pihak sekolah telah berusaha semaksimal mungkin untuk membentuk akhlak siswa, namun hasilnya belum memuaskan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya pengaruh lingkungan, kurangnya kesadaran dari dalam diri siswa sendiri, serta kurangnya dukungan dari orang tua siswa.</p>
<p style="text-align: justify;">
</p>
<p>
</p>