Transformasi Hadis Tentang Doa Sebelum Makan
Restu Sheva Pradya, NIM 4221004 dengan judul skripsi “ Transformasi Hadis Tentang Doa Sebelum Makan,” pada Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah di Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech Muhammad Djamil Djambek tahun 2025. Pada masyarakat, doa makan allahumma bariklana lebih dikenal luas dan lebih banyak diterapkan dalam masyarakat. Hal ini didukung oleh sistem pengajaran dalam dunia formal seperti di sekolah-sekolah semenjak usia dini, maupun diajarkan dalam pendidikan informal di keluarga. Lafaz ini juga mengalami perubahan dari hadis mauquf berubah menjadi hadis marfu’ pada literatur hadis abad ke-4 yang dalam penilaian ulama merupakan hadis dhaif, akan tetapi menjadi redaksi yang lebih populer dan dipakai oleh masyarakat secara luas dibandingkan dengan doa makan yang berkualitas shahih. Pada penelitian ini penulis berupaya untuk meneliti transformasi hadis dengan cara sebagai berikut : (1) Bagaimana doa makan dalam narasi hadis ? (2) Bagaimana transformasi hadis tentang doa sebelum makan? Berdasarkan rumusan masalah di atas, penulis telah melakukan penelitian yang bersifat kualitatif dengan kajian literatur riview, yaitu mengkaji serta mengevaluasi berbagai penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik yang diteliti., seperti penulisan dari masa Nabi SAW sampai pada masa modern, adab dan hadis-hadis aturan saat makan,narasi hadis tentang doa sebelum makan, dan transformasi hadis tentang doa makan. Penelitian ini termasuk pada penelitian library research (penelitian kepustakaan) yang di dalamnya menganalisis data secara analisis deskriptif dan berisi tentang pembahasan tentang transformasi hadis tentang doa sebelum makan. Berdasarkan hasil penelitian, penulis mendapatkan narasi hadis doa sebelum makan mencakup tiga redaksi berbeda yaitu bismillah, allahumma bariklana dan allahumma fiihi wa zidna minhu yang mencerminkan variasi praktik dan permohonan keberkahan. Lafaz pertama dan ketiga menunjukkan konsistensi redaksi dalam kitab-kitab hadis abad ke-2 hingga ke-4 H, sementara lafaz kedua mengalami perkembangan dari mauquf menjadi marfu’ hingga muncul pada masa berikutnya. transformasi hadis doa sebelum makan dengan lafaz allahumma bariklana berawal dari kemunculannya dalam kitab Ad-Du‘a karya Thabrani pada abad ke-4 H. Sebelumnya, dalam Muwatta’ Malik dan Musnad Ahmad abad ke-2 H, lafaz tersebut hanya bersumber dari sahabat (maquf), melalui jalur Ali bin Abi Thalib dan Urwah bin Zubair, dengan sanad maqbul. Namun, dalam versi Thabrani, hadis ini menjadi marfu’ melalui jalur Abdullah bin Amr, meskipun sanadnya dinilai dhaif karena terdapat jalur sanad Muhammad bin Abi Zu‘aiziah, seorang perawi yang dikritik munkar. Perubahan ini juga dipengaruhi oleh tujuan kitab Thabrani yang menghimpun doa Nabi, meskipun bersumber dari hadis yang dhaif. Selain itu, transformasi juga terjadi dalam pemahaman masyarakat terhadap hadis ini, yang dipengaruhi oleh praktik suluk, tradisi keagamaan yang diajarkan sejak dini, serta berkembangnya teknologi yang memperluas penyebaran dan akses terhadap sumber-sumber keislaman. Pemahaman yang salah bisa timbul jika hadis ini dianggap sabda Nabi, bukan ucapan sahabat.