Pola Komunikasi Antar Budaya Masyarakat Minangkabau Dengan Masyarakat Batak di Nagari Biaro Gadang Kabupaten Agam
Skripsi ini berjudul “ Pola Komunikasi Antar Budaya Masyarakat Minangkabau Dengan Masyarakat Batak di Nagari Biaro Gadang Kabupaten Agam” disusun oleh Resti Emilia dengan NIM 4319063, Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah, Universitas Islam Negri Syech Muhammad Djamil Djambek Bukittinggi. Agam memiliki ragam perbedaan di masyarakan baik itu ras, agama, budaya, suku dan lain sebagainya. Termasuk beberapa budaya suku yang ada di kenagarian Biaro Gadang, disana terdapat beberapa suku baik itu diantaranya, suku Minangkabau, suku Batak,suku Jawa . Masyarakat suku Miang dan Masyarakat suku Batak memiliki beberapa perbedaan , seperti perbedaan dalam penggunaan bahasa, dan perbedaan nilai dan norma-norma dalam budaya. Perbedaan seperti ini dapat mempengaruhi cara dari kedua budaya ini berkominikasi, seperti kesalah pahaman dan konflik antar keduanya. Namun Namun Peneliti menemukan adanya kolaborasi dan beradaptasi dengan cara komunikasi yang efektif untuk membangu pemahaman yang sama antara kedua budaya ini. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian dengan pendekatan Kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode pengamatan (observasi), wawancara (interview) dan dokumentasi yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan dan kemudian di dokumentasikan secara pribadi dalam gambar dan foto. Hasil Penelitian dapat disimpulkan , pertama bagaimana pola komunikasi antar budaya masyarakat minangkabau dan masyarakat Batak, dilihat dari segi pola komunikasi silkular, adanya proses komunikasi yang berketerusan karena adanya unpan balik anatara masyarakat Miangkabau dan masyarakat Batak.Kemundian dilihat dari pola komunikasi primer yang mana adanya proses penyampaian informasi Kedua Hambatan komunikasi antarbudaya Minangkabau dan Batak.