Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RENALDI SAPUTRA

1 karya publik ditemukan.

2020: 1

Analisis Perilaku Tadlis Kualitas Dalam Mempengaruhi Harga Kulit Manis Serta Kebijakan Pemerintah Dalam Mengatasinya (Studi Kasus : Pedagang Pasar Toboh Kecamatan Malalak KabupatenAgam)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Renaldi Saputra, NIM : 3216.254, Jurusan Ekonomi Islam IAIN Bukittinggi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Dosen Pembimbing Skripsi : Dr. Iiz Izmuddin, MA Judul Skripsi : “Analisis Perilaku Tadlis Kualitas Dalam Mempengaruhi Harga Kulit Manis Serta Kebijakan Pemerintah Dalam Meengatasinya (Studi Kasus : Pedagang Pasar Toboh Kecamatan Malalak Kabupaten Agam)” Penelitian ini di latar belakangi karena melihat adanya transaksi jual beli dengan prakatek Tadlis dipasar Toboh Kecamatan Malalak oleh pedagang Kulit Manis yang mana pedagang mencampurkan antaran kulit Manis yang berkualitas Tinggi dengan yang berkualiats rendaah dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktek tadlis yang dilakukan pedagang dalam mempengaruhi Harga serta apa saja kebijakan pemerintah dalam mengatasinya. Motode yang digunakan dalam penelitian ini, adalah metode kualitatif dengan Informan penelitian yang berjumlah 10 orang pedagang kulit manis dipasar Toboh Kecamatan Malalak. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data primer dengan melakukan jajak pendapat atau wawancara lansung. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi ke lokasi penelitian. Proses analisis data dalam penelitian ini menggunakan Reduksi data, penyajian Data, verifikasi (kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Praktek Tadlis yang dilakukan para pedagang kulit manis dalam Jual beli kulit manis dipasar Toboh Kecamatan Malalak Kabupaten Agam mereka mecampurkan kulit manis yang berbeda jenis pada satu karung, yaitu antara kulit manis berkualitas rendah dan tinggi. Pedagang menaruh kulit manis berkualitas rendah dibagian bawah, sehingga para pembeli tidak tau, yang akhirnya pedagang tersebut menualkan kulit manisnya dengan harga yang sama dengan seharga kulit manis yang berkualitas bagus sebanyak satu karung. hal ini dianggap biasa oleh para pedagang, padahal hal ini sangat bertentangan dengan aturan jual beli dalam Ekonomi Islam yang mengharamkan Jual beli yang mengandung Tadlis(Penipuan). Oleh sebab itu pemerintah ingin mencoba merealisasikan kebijakan kepada pedagang kulit manis dengan mengenalkan dan memberikan pengetahuan seperti melakukan sosialisai,pelatihan dan lainya tentang bertransaksi jual beli yang baik menurut Islam tanpa takut resiko kerugian.