Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika ditinjau dari Disposisi Matematis Siswa Kelas VII SMPN 7 Bukittinggi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi dan wawancara di SMPN 7 Bukittinggi, berdasarkan hasil observasi masih banyak siswa kelas VII yang kemampuan pemecahan masalah matematikanya masih rendah. Menurut guru matematika di SMPN 7 Bukittinggi mengatakan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa salah satunya adalah karena pada saat proses pembelajaran siswa cenderung diam dan tidak percaya diri ketika menjawab soal latihan yang diberikan, tidak ada keberanian menjawab setiap pertanyaan yang diberikan dan terkadang jawaban yang diberikan oleh siswa adalah jawaban asal-asalan saja. Rendahnya semangat dan antusias siswa terhadap matematika menyebabkan siswa mudah lupa dengan materi yang diajarkan guru, siswa juga tidak terlatih untuk membaca, berpikir serta bertindak untuk mengetahui informasi dan cara penyelesaian suatu permasalahan. Kurang nya sikap yang dimiliki siswa terhadap pembelajaran matematika yang membuat kemampuan pemecahan masalah matematika juga rendah. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik melakukan penelitian dengan mengambil rumusan masalahnya adalah bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMPN 7 Bukittinggi ditinjau dari disposisi matematis. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII ditinjau dari disposisi matematis kategori tinggi, sedang dan rendah di SMPN 7 Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi kualitatif. Subjek penelitian dipilih 3 siswa dari 29 siswa yang telah diberi angket disposisi matematis yaitu, satu orang siswa untuk setiap kategori disposisi matematis diantaranya kategori disposisi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Instrument yang digunakan adalah instrumen angket, tes kemampuan pemecahan masalah matematika, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi teknik. Triangulasi teknik dilakukan dengan dengan dua teknik yaitu tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan hsil wawancara. Berdasarkan hasil penelitian ini yaitu siswa dengan disposisi matematis kategori tinggi memiliki tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika dengan kategori baik sekali. Kemudian siswa dengan disposisi matematis kategori sedang memiliki tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika dengan kategori cukup. Selanjutnya siswa dengan disposisi matematis kategori rendah memiliki tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika yang berbeda yaitu kurang dan kurang sekali.