Kesadaran beragama remaja pada era media sosial di jorong mudik liki kenagarian kurai kecamatan suliki kabupaten lima puluh kota
ABSTRAK Skripsi ini di tulis oleh RAMA OKTAFIA, NIM: 4615.044 dengan judul “Kesadaran Beragama Remaja Di Jorong Mudik Liki Kenagarian Kurai Kecamatan Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota”. Program studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Bukittinggi. 2019. Latar belakang penulisan skripsi ini adalah manusia merupakan makhluk yang paling sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT sejak ia dilahirkan. Dengan fitrahnya manusia dapat mengembangkan kekuatan jiwanya untuk mengetahui dan mengenal lebih dekat Tuhan yang telah menciptakannya. Beragama merupakan suatu cara manusia untuk mendekatkan diri kepada tuhan, tidak hanya bagi orang yang beragama Islam, mereka yang beragama Kristen Protestan, Hindu dan Budha juga ingin mendekatkan diri kepada tuhan-nya, karena dengan beragama hati manusia akan terasa damai dan tenang. Tetapi, pada zaman sekarang agama sudah mulai di kesampingkan dalam kehidupan bermasayarakat terutama di kalangan remaja. Untuk itu perlu adanya usaha dari setiap orang untuk membantu mengarahkan anak-anak dan remaja kepada hal positif terutama pemahaman tentang norma dan nilai-nilai agama. Ketika nantinya telah dewasa, diharapkan remaja tumbuh menjadi pemimpin yang berguna bagi bangsa dan negara serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian lapangan (field research) yang merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Informan yang dipakai yaitu Remaja (kunci), orang tua dan msyarakat (pendukung). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan data-data lain yang telah diperoleh seperti dokumentasi-dokumentasi yang mendukung, yang kemudian data tersebut dianalisis serta dikaitkan dengan kesadaran beragama remaja pada era media sosial di Jorong Mudik Liki Kenagarian Kurai Kecamatan Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota. Dari hasil penelitian yang dilakukan, menunjukan bahwa dari aspek afektif, remaja sudah memahami dan menyadari pentingnya rasa keagamaan dalam diri manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dilihat dari aspek kognitif remaja sudah percaya dan meyakini ciptaan Allah dan Al-Quran beserta isinya yang mengatur seluruh kehidupan manusia di dunia maupun diakhirat. Dilihat dari aspek motorik mereka sudah menunaikan ibadah sesuai dengan syariat agama namun masih belum bisa dikatakan baik. Faktor pendukung kesadaran beragama remaja diantaranya keluarga, media sosial, dan peran remaja mesjid dengan melakukan kegiatan keagamaan yang bersifat menambah wawasan beragama remaja. Faktor yang menjadi penghambat diantaranya kurangnya perhatian orang tua, media sosial dan pengaruh teman bermain yang menyebabkan remaja lalai dalam melaksanakan ibadah agama.