Pembentukan Manusia Integral dalam Perspektif Konsep Kesadaran Ibnu Sina dan Santiago Ramon Y Cajal
ABSTRAK Tesis ini berjudul “Pembentukan Manusia Integral dalam Perspektif Kesadaran Ibnu Sina dan Santiago Ramón y Cajal” disusun oleh Rahmad Ramadhan, NIM 40124006, Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan manusia integral dalam menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan yang cenderung memisahkan dimensi spiritual dan biologis manusia. Dalam tradisi filsafat Islam, pembentukan manusia dipahami melalui pengembangan jiwa, akal, dan akhlak sebagai satu kesatuan yang mengarahkan manusia menuju kesempurnaan. Sementara itu, neurosains menjelaskan perkembangan manusia melalui fungsi sistem saraf, aktivitas otak, proses belajar, pengalaman, dan neuroplastisitas. Perbedaan perspektif tersebut menunjukkan bahwa pembentukan manusia belum banyak dikaji melalui pendekatan yang mengintegrasikan filsafat Islam dan neurosains. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji pembentukan manusia integral melalui perspektif kesadaran Ibnu Sina dan Santiago Ramón y Cajal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana konsep kesadaran menurut Ibnu Sina? Bagaimana konsep kesadaran menurut Santiago Ramón y Cajal? Bagaimana pembentukan manusia integral dalam perspektif kesadaran Ibnu Sina dan Santiago Ramón y Cajal? Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan komparatif. Sumber primer dalam penelitian ini adalah karya-karya Ibnu Sina, Kitāb al-Nafs, Al-Najāt, dan Al-Ishārāt wa al-Tanbīhāt, sedangkan karya primer Santiago Ramón y Cajal yang digunakan adalah New Ideas on the Structure of the Nervous System in Man and Vertebrates, Histology of the Nervous System of Man and Vertebrates, dan Degeneration and Regeneration of the Nervous System. Adapun sumber sekunder diperoleh dari berbagai buku, artikel ilmiah, jurnal, tesis, disertasi, serta literatur lain yang relevan dengan pembahasan penelitian. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan, analisis komparatif, dan sintesis konseptual untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pembentukan manusia integral. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, Ibnu Sina memandang kesadaran sebagai kemampuan jiwa (al-nafs) untuk mengenali eksistensi diri, mengembangkan pengetahuan melalui akal, serta membentuk akhlak sebagai dasar penyempurnaan manusia. Sebaliknya, Santiago Ramón y Cajal memandang kesadaran sebagai fenomena yang berkaitan dengan aktivitas sistem saraf, jaringan neuron, proses pembelajaran, pengalaman, dan neuroplastisitas yang memungkinkan berkembangnya kemampuan kognitif manusia. Kedua, hasil analisis komparatif menunjukkan bahwa kedua tokoh memiliki perbedaan pada landasan ontologis dan epistemologis. Ibnu Sina menjelaskan kesadaran dari perspektif filsafat Islam dengan menempatkan jiwa sebagai dasar aktivitas intelektual, sedangkan Santiago Ramón y Cajal menjelaskan kesadaran melalui mekanisme biologis sistem saraf dan fungsi otak. Meskipun demikian, keduanya memiliki persamaan dalam memandang bahwa perkembangan manusia berlangsung melalui proses yang bertahap dan berkelanjutan. Ketiga, penelitian ini menghasilkan sintesis bahwa pembentukan manusia integral merupakan proses yang mengintegrasikan dimensi spiritual, intelektual, moral, dan biologis melalui pendidikan, latihan intelektual, pengalaman, pembiasaan nilai, serta kemampuan beradaptasi. Sintesis tersebut menunjukkan bahwa perspektif filsafat Islam dan neurosains dapat dipadukan untuk membangun konsep pembentukan manusia yang lebih utuh dan komprehensif.