Analisis Tingkat Preferensi Mahasiswa dalam Pembayaran UKT secara Tunai (cash) dan non tunai (cashless) (Studi Kasus: Mahasiswa Perbankan Syariah FEBI UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi)
Skripsi yang berjudul “Analisis Tingkat Preferensi Mahasiswa Dalam Pembayaran UKT Secara Tunai (Cash) dan Non Tunai (Cashless) (Studi Kasus: Mahasiswa Perbankan Syariah FEBI UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi)” disusun oleh Pefri Yani, dengan NIM 3322088, mahasiswa Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Tahun 2026, dengan Dosen Pembimbing Ibu Dr. Rini Elvira, SE, M.Si. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat preferensi mahasiswa dalam penggunaan metode pembayaran UKT secara tunai (cash) dan non-tunai (cashless). Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat preferensi mahasiswa dalam pembayaran UKT secara tunai (cash) dan non-tunai (cashless) pada mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah FEBI UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah FEBI UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi yang berjumlah 1.117 mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 100 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase dengan mengacu pada kriteria interpretasi persentase menurut Riduwan (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat preferensi mahasiswa terhadap pembayaran UKT secara tunai (cash) memperoleh rata-rata sebesar 79% dan berada pada kategori kuat, sedangkan pembayaran non-tunai (cashless) memperoleh rata-rata sebesar 71% dan juga berada pada kategori kuat. Pada pembayaran tunai, indikator tertinggi adalah preferensi pengetahuan (90%), preferensi kepercayaan (88%), dan preferensi risiko (86%). Sementara itu, pada pembayaran non-tunai, indikator tertinggi adalah preferensi risiko (80%), preferensi pengetahuan (78%), dan preferensi produk dan layanan (74%). Secara keseluruhan, kedua metode pembayaran memiliki tingkat preferensi yang kuat, namun pembayaran tunai lebih dominan dibandingkan pembayaran non-tunai.