Penafsiran Ayat-Ayat Ghadab Allah Dalam Al-Qur'an Dan Hikmahnya (Studi Tafsir Al-Qur'an Majid Karya Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy)
Pajri Ramadhan, NIM 4121017, Judul Skripsi : Penafsiran Ayat-Ayat Ghadab Allah dan Hikmahnya Studi dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Majid Karya Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech Djamil Djambek Bukittinggi, 2025. Al-Qur'an memiliki banyak tema inti dan subjek yang beragam. Salah satu aspek yang menjembatani hubungan antara Tuhan dan manusia adalah ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas kemarahan Tuhan. Konteks kemarahan Tuhan yang disebutkan dalam Al-Qur'an sering disertai dengan peringatan kepada orang-orang yang berbuat dosa. Ini terkait dengan kelompok-kelompok orang yang mengalami murka Tuhan. Memahami ayat-ayat yang meggambarkan kemarahan Allah sama pentingnya dalam sudut pandang teologis dan keagamaan, tetapi juga dalam membentuk kesadaran moral serta spiritual bagi umat Islam. Sementara hikmah dari kemarahan tersebut masih belum terlalu banyak terungkap. Ada baiknya jika penelitian membahas aspek hikmah di balik kemarahan Salah satu tokoh yang berhasil mengembangkan pemikiran dan wawasan Islam serta kebangsaan Indonesia pada abad ke-20 adalah Hasbi Ash-Shiddieqy. Tafsir Al-Qur-an Al-Majid merupakan sebuah karya yang secara alamiah mempunyai unsur-unsur hukum Islam. Penelitian ini menerapkan penelitian pustaka (library research). Teknik analisis data pada penelitian menggunakan metode maudhu’i Al-Farmawi yakni menghimpun ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan topik yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penafsiran ayat-ayat ghadab Allah yang ditemukan dalam Al-Qur’an berdasarkan tafsir Al-Qur’an Majid An-Nur karya Hasbi Ash-Shiddieqy, ghadab Allah terjadi pada lima kelompok manusia yakni Yahudi dan Nasrani (Bani Israil), Kaum Nabi Hud, orang yang membunuh dengan sengaja, orang yang lari dari peperangan, dan orang yang menerima kekafirannya setelah beriman. Alasan Allah marah kepada kelompok manusia tersebut diantaranya kufur nikmat dan membunuh nabi, membuat sesembahan selain Allah, menamakan tuhan selain Allah, lari dari perang bukan untuk menyusun siasat tetapi takut dalam perang, keluar dari agama (murtad). Hikmah dari Allah yang terfokus pada ayat-ayat yang diteliti, kurang lebih terdapat tiga hikmah yang meliputi memperoleh rahmat di dunia dan di akhirat, terhindar dari syirik, dan menjadi hamba yang senantiasa bersyukur