Keterampilan Guru Dalam Pengelolaan Kelas Pada Mata Pelajaran PAI Di SMP S PSM Bukittinggi
ABSTRAK Skripsi ini atas nama NUR NAPIAH, NIM.2113.022, dengan judul ”Keterampilan Guru Dalam Pengelolaan Kelas Pada Mata Pelajaran PAI di SMP S PSM Bukittinggi”. Maksud dari peneliti adalah untuk melihat bagaimana keterampilan guru dalam pengelolaan kelas di SMP S PSM Bukittinggi. Berdasarkan observasi awal penulis di SMP S PSM Bukittinggi, penulis melihat ketika terjadi gangguan di dalam kelas guru sulit untuk mengembalikan konsentrasi siswa, siswa banyak yang keluar masuk saat pembelajaran PAI berlangsung, dan siswa sibuk melakukan aktifitas yang tidak berhubungan dengan pembelajaran. Latar belakang penelitian ini adalah sebagaimana yang diketahui bahwa seorang guru diharapakan harus mampu dan profesional dalam bidang pendidikan salah satunya yaitu dalam hal pengelolaan kelas pada saat pembelajaran. Untuk mengelola kelas tersebut dibutuhkan pengelolaan kelas yang baik oleh guru, karena pengelolaan kelas merupakan Keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan, supaya proses pembelajaran dapat efektif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (Field Research), metode pengumpulan datanya dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ada dua yaitu informan kunci dan informan pendukung. Informan kuncinya adalah guru PAI sedangkan informan pendukungnya adalah siswa kelas IX A SMP S PSM Bukittinggi. Dalam penelitian ini penulis menganalisis data dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, artinya data yang muncul berupa data tertulis atau lisan dari orang atau prilaku yang diamati yang diproses melalui catatan, kemudian disusun dalam bentuk teks. Berdasarkan hasil penelitian penulis di SMP S PSM Bukittinggi guru PAI masih belum terampil dalam melakukan pengelolaan kelas baik keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (Bersifat preventif), maupun yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal (Bersifat kuratif). Hal ini dapat dilihat kurangnya komponen-komponen pengelolaan kelas yang sudah terlaksana seperti kurangnya sikap tanggap guru dalam hal memandang siswa secara seksama, guru kurang memberikan perhatiannya ketika siswa mengerjakan tugas. Hal lain yang dapat dilihat dalam memusatkan perhatian siswa sebelum belajar guru jarang sekali melakukannya. Dalam memodifikasi tingkah laku siswa guru belum melakukannya secara optimal. Cara guru dalam memodifikasi tingkah laku siswa dengan menasehati saja tidaklah cukup, seharusnya dalam memodifikasi tingkah laku siswa guru hendaknya dapat memberikan penguatan yang sistematis dan berkelanjutan.