Analisis Penerapan Workplace Spirituality Dalam Meningkatkan Produktivitas Karyawan Pada BTN KCS Padang
Skripsi ini disusun oleh Nia Pratiwi Nim 3322052 Program studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Dengan Judul “Analisis Peran Workplace Spirituality Dalam Meningkatkan Produktivitas Karyawan (Studi Kasus BTN KCS Padang)”. Latar belakang penelitian ini adalah berkaitan penerapan nilai-nilai workplace spirituality di lingkungan kerja yang belum optimal. Meskipun sudah terdapat berbagai kegiatan religius, tetapi masih ada karyawan memandang pekerjaan sebagai kewajiban duniawi saja sebatas hanya sebagai pencapaian target kerja, belum sepenuhnya sebagai bentuk ibadah. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya pemahaman karyawan terkait peran workplace spirituality dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimanakah Workplace Spirituality Berperan Dalam Meningkatkan Produktivitas Karyawan (Studi Kasus BTN KCS Padang). Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif dengan metode kualitatif. Sumber datapenelitian ini ada dua yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dengan Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan Workplace Spirituality di BTN Tbk. Kantor Cabang Syariah Padang telah berjalan secara konsisten melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan harian (morning briefing, mengaji bersama, doa bersama), mingguan (melaksanakan kultum setiap jumat) dan bulanan (mengadakan pengajian). Workplace spirituality berperan dalam meningkatkan produktivitas karyawan terbukti bahwa setelah ada workplace spirtituality jiwa menjadi tenang dalam bekerja sedangkan sebelum di terapkan kurang motivasi karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan. Faktor pendukung meliputi keteladanan pimpinan, budaya organisasi yang harmonis, serta lingkungan kerja yang religius yang mampu memperkuat karyawan sedangkan faktor hambatan, tingginya beban kerja, tekanan target, serta kurangnya sosialisasi terstruktur.