Implementasi Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Penjualan Usaha Tradisional Dodol Ditinjau Dari Bisnis Syariah (Studi Kasus : Usaha Alame Keluarga di Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal)
Skripsi dengan judul “Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Penjulan Pada Usaha Dodol Keluarga di Kecamatan Kotanopan”. Disusun oleh Netti Lestari NIM. 3722087. Program Studi S1 Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Dengan Dosen Pembimbing Ibu Rahmi MA. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi Usaha Dodol Keluarga di Kecamatan Kotanopan sebagai salah satu usaha mikro kecil dan menengah yang memiliki potensi ekonomi dan nilai budaya lokal yang cukup besar. Namun, dalam praktiknya usaha ini masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama keterbatasan strategi pemasaran yang berdampak pada fluktuasi dan rendahnya peningkatan penjualan. Pemasaran yang masih didominasi oleh metode tradisional, keterbatasan promosi digital, serta jangkauan distribusi yang sempit menjadi faktor utama yang menghambat pengembangan usaha. Kondisi tersebut mendorong perlunya penelitian yang mengkaji strategi pemasaran yang diterapkan dalam meningkatkan penjualan Usaha Dodol Keluarga di Kecamatan Kotanopan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran untuk meningkatan penjualan dan apa saja kendala implementasi strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan pada usaha dodol Keluarga di Kecamatan Kotanopan. Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan pemilik dan pekerja usaha, observasi langsung terhadap aktivitas produksi dan pemasaran, serta dokumentasi terkait penjualan dan promosi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan analisis bauran pemasaran (marketing mix) 4P yang meliputi produk, harga, tempat, dan promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usaha Dodol Keluarga telah menerapkan strategi pemasaran berdasarkan konsep 4P, namun pelaksanaannya belum optimal, khususnya pada aspek promosi dan distribusi. Kekuatan usaha terletak pada kualitas produk, cita rasa khas, penggunaan bahan alami, dan nilai tradisional yang melekat pada dodol Kotanopan. Sementara itu, kelemahan utama meliputi kemasan yang kurang menarik, promosi yang belum terencana secara sistematis, serta keterbatasan saluran distribusi. Kendala lain yang dihadapi adalah fluktuasi harga bahan baku dan permasalahan pengiriman produk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan penjualan dapat dicapai melalui penguatan promosi digital, perbaikan kemasan, perluasan distribusi, serta pengelolaan strategi pemasaran yang lebih terarah dan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi pelaku UMKM dalam merumuskan strategi pemasaran yang efektif dan sesuai dengan prinsip bisnis syariah.