Solidaritas Sosial Perempuan Petani Dalam Kegiatan Keagamaan Jorong Kayu Tanduak Nagari Aia Angek
Solidaritas sosial merupakan konsep penting dalam sosiologi yang menjelaskan ikatan antarindividu dalam menjaga keteraturan dan keharmonisan kehidupan sosial. Menurut Émile Durkheim, solidaritas sosial terbagi atas solidaritas mekanik dan solidaritas organik, di mana solidaritas mekanik umumnya berkembang dalam masyarakat pedesaan yang relatif homogen. Dalam masyarakat agraris, perempuan petani memiliki peran signifikan baik dalam aktivitas pertanian maupun kehidupan sosial, meskipun sering berada pada posisi yang kurang mendapatkan pengakuan setara. Namun, dalam kegiatan sosial-keagamaan, perempuan petani berperan penting dalam menjaga dan memperkuat hubungan sosial. Kegiatan keagamaan berfungsi tidak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga sebagai media interaksi sosial dan pembentukan nilai bersama yang memperkuat kesadaran kolektif. Di Jorong Kayu Tanduak, Nagari Aia Angek, partisipasi aktif perempuan petani dalam kegiatan keagamaan menunjukkan adanya solidaritas sosial yang kuat, yang terbentuk melalui kesamaan nilai, norma, dan pengalaman hidup, serta mencerminkan karakter solidaritas mekanik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami secara mendalam bentuk dan faktor-faktor solidaritas sosial perempuan petani dalam kegiatan keagamaan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan perempuan petani sebagai informan utama serta tokoh masyarakat sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi sumber dan teknik. Pendekatan metodologis ini dinilai efektif dalam menggambarkan realitas sosial secara komprehensif sesuai dengan konteks lokal masyarakat yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa .Solidaritas sosial perempuan petani dalam kegiatan keagamaan di Jorong Kayu Tanduak cenderung berbentuk solidaritas mekanik, yang didasarkan pada kesamaan nilai keagamaan, norma sosial, dan kesamaan peran sebagai petani. Kegiatan keagamaan seperti pengajian, yasinan, dan peringatan hari besar Islam menjadi sarana penting dalam mempererat hubungan sosial, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta saling membantu dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk solidaritas sosial yang terbangun di kalangan perempuan petani dalam kegiatan keagamaan di Jorong Kayu Tanduak tergolong ke dalam solidaritas mekanik. Solidaritas ini terbentuk karena adanya kesamaan nilai, norma, kepercayaan agama, dan latar belakang kehidupan sosial yang relatif homogen. Kesamaan tersebut tercermin dalam keterlibatan aktif perempuan petani pada kegiatan keagamaan seperti pengajian, yasinan, majelis taklim, serta peringatan hari-hari besar Islam. Faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya solidaritas sosial tersebut meliputi faktor agama, budaya, dan ekonomi. Solidaritas sosial yang terjalin berperan penting dalam menjaga keharmonisan dan kohesi sosial di kalangan perempuan petani.