Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengantisipasi Penyalahgunaan Media Sosial Pada Siswa Di UPTD SMPN 3 Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota
Skripsi ini berjudul “Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengantisipasi Penyalahgunaan Media Sosial Pada Siswa Di UPTD SMPN 3 Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota” yang ditulis oleh Nabila Zaskia Putri (NIM: 2121212), Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, tahun 2025 M/ 1447 H. Penelitian ini dilatarbelakangi dari perkembangan media sosial di kalangan siswa sangat memberikan pengaruh yang besar terhadap perilaku dan karakter siswa. Media sosial yang seharusnya dimanfaatkan untuk hal positif, justru sering disalahgunakan oleh sebagian siswa, seperti kecanduan game online, berkata kasar atau mengumpat di dunia maya, serta melakukan tindakan bullying baik di media sosial maupun di lingkungan sekolah. Fenomena ini menunjukkan perlunya peran aktif guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai akhlak mulia dan membimbing siswa agar mampu menggunakan media sosial secara bijak sesuai dengan ajaran Islam. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam mengantisipasi penyalahgunaan media sosial pada siswa di UPTD SMPN 3 Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian adalah UPTD SMPN 3 Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota yang beralamatkan di Jorong Koto Mesjid Kenagarian Gunuang Malintang. Informan terdiri dari guru PAI sebagai informan kunci, serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan siswa kelas IX sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Sementara teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dalam mengantisipasi penyalahgunaan media sosial menerapkan tiga strategi utama, yaitu strategi preventif dilakukan dengan memberikan pemahaman agama, pembinaan akhlak, serta penjelasan tentang dampak negatif media sosial untuk mencegah siswa kecanduan game online, berkataa kasar, dan membully. Strategi kuratif dilakukan dengan memberikan bimbingan dan nasehat kepada siswa yang sudah terlibat penyalahgunaan media sosial melalui pendekatan personal dan pembinaan keagamaan. Strategi represif dilakukan dengan memberikan teguran, sanksi yang bersifat mendidik, serta kerja sama dengan orang tua untuk menindaklanjuti perilaku siswa.