Analisis faktor-faktor penyebab belum berfungsinya saluran air di nagari kudu Ganting Padang Pariaman serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat ditinjau dari perspektif ekonomi Islam
Skripsi ini berjudul “Analisis faktor-faktor penyebab belum berfungsinya saluran air di Nagari Kudu Ganting Padang Pariaman serta dampak nya terhadap kesejahteraan masyarakat ditinjau dari perspektif Ekonomi Islam” yang disusun oleh Muhammad Syafiq Agusrizan, Nim:3216.236 Jurusan S1 Ekonomi Islam (EI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Kudu Ganting Padang Pariaman pada November 2020 sampai dengan selesai. Penelitian ini dilatar belakangi karena terdapat permasalahan terkait belum berfungsinya saluran air yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang kesulitan dalam mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Masyarakat mendapatkan air dengan cara membeli air dari pedagang air keliling, menampung air hujan dan mengkonsumsi air sungai. Pada musim kemarau masyarakat Kudu Ganting akan kesulitan mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah mengamati dan menganalisa tentang faktor-faktor dan dampak belum berfungsinya saluran air di Kudu Ganting serta pandangan Ekonomi Islam tentang masalah tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sumber data berasal dari data primer yaitu dari hasil wawancara dengan masyarakat Kudu Ganting dan pemerintah Nagari Kudu Ganting, dan juga dari data sekunder yang bersumber dari buku-buku, jurnal-jurnal serta bahan bacaan lainnya tentang air dan Ekonomi Islam yang menyangkut bagaimana pandangan Ekonomi Islam terkait faktor dan dampak belum berfungsinya saluran air tersebut jika dikaitkan dengan prinsip-prinsip Ekonomi Islam. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor belum berfungsinya saluran air di Kudu Ganting yaitu bersumber dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya meliputi, karena lokasi geografis Kudu Ganting yang berada di dataran tinggi sehingga air sulit dialiri dan karena adanya masalah pembebasan lahan oleh masyarakat yang menghambat proses pengerjaan maupun perbaikan saluran air. Sedangkan faktor eksternal meliputi, adanya kebocoran pipa-pipa saluran air yang tidak berstandar SNI sehingga tidak sanggup menahan debet air yang besar dan adanya persaingan antara pihan PDAM dan PAMSIMAS terkait pengambilan wewenang dalam pengerjaan maupun perbaikan saluran air di Kudu Ganting. Yang mana faktor-faktor ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat, baik itu dari segi kesehatan maupun ekonomi. Masalah seperti ini belum sejalan dengan prinsip-prinsip Ekonomi Islam, karena belum maksimalnya kepemimpinan pihak Nagari dalam menanggulangi dampak sulitnya air di Nagari tersebut.