Pengaruh Tingkat Upah Dan Angkatan Kerja Terhadap Tingkat Pengangguran Di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021-2025
Skripsi ini berjudul “PENGARUH TINGKAT UPAH DAN ANGKATAN KERJA TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2021-2025” yang di susun oleh Muhammad Adrian NIM 3222150 Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat pengangguran di kabupaten/kota Provinsi Sumatera Barat yang dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, di antaranya tingkat upah dan angkatan kerja. Pertumbuhan jumlah angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan tersedianya lapangan pekerjaan dapat meningkatkan pengangguran, sedangkan perubahan tingkat upah dapat mempengaruhi penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh tingkat upah dan angkatan kerja terhadap tingkat pengangguran di kabupaten/kota Provinsi Sumatera Barat tahun 2021–2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat upah terhadap tingkat pengangguran, pengaruh angkatan kerja terhadap tingkat pengangguran, serta pengaruh tingkat upah dan angkatan kerja secara simultan terhadap tingkat pengangguran di kabupaten/kota Provinsi Sumatera Barat tahun 2021–2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi. Analisis data menggunakan uji deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji koefisien korelasi, uji koefisien determinasi, serta uji hipotesis dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat upah dan angkatan kerja berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran di kabupaten/kota Provinsi Sumatera Barat tahun 2021–2025. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai Thitung sebesar 7,599 lebih besar dari Ttabel sebesar 1,66159 dengan nilai signifikansi 0,000 0,005. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,862 menunjukkan bahwa 86,2% variasi tingkat pengangguran dipengaruhi oleh tingkat upah dan angkatan kerja, sedangkan 13,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.