Praktek Qiyamullail dalam Memuraja'ah Hafalan Qur'an (Studi Living Qur'an di PPTQ Ibadurrahman Belading Kecamatan Bathin Solapan Riau)
ABSTRAK M. Muchsin Abdul Aziz, Nim 4118077, Judul Skripsi: “Praktek Qiyamullail Dalam Memuraja’ah hafalan Qur’an (Studi Living Qur’an di PPTQ Ibadurrahman Belading Kecamatan Bathin Solapan Riau)”, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2024 M. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tradisi atau praktek qiyamullail dalam memuraja’ah hafalan Qur’an yang diterapkan di PPTQ Ibadurrahman Belading Kecamatan Bathin Solapan Riau. Kegiatan ini diwajibkan dan dilaksanakan setiap malam oleh seluruh santri dan ustadz yang tinggal di lingkungan pesantren. Praktek qiyamullail di PPTQ Ibadurrahman Belading memiliki program yang terstruktur, seperti imam qiyamullail yang terjadwal, pembacaan surat atau hafalan secara berurutan, serta penggunaan mushaf saat qiyamullail. Program ini menarik perhatian peneliti untuk dikaji lebih mendalam. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang mana dengan ini akan memberikan gambaran bagaimana praktek qiyamullail dalam memuraja’ah hafalan Qur’an di PPTQ Ibadurrahman Belading serta menjelaskan bagaimana pemaknaan ustad dan santri terhadap pelaksanaan qiyamullail dalam memuraja’ah hafalan Qur’an tersebut. Informan dalam penelitian ini adalah ustadz dan santri PPTQ Ibadurrahman Belading yang memiliki pengetahuan mendalam terkait praktik qiyamullail yang dilakukan di PPTQ tersebut. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang penulis peroleh adalah: (1) Praktek Pelaksanaan qiyamullail di Pondok Pesantren Tahfiz Qur’an (PPTQ) Ibadurrahman Belading, Kecamatan Bathin Solapan Riau, telah berlangsung sejak tahun 2011-2024. Kegiatan qiyamullail ini diwajibkan bagi seluruh santri PPTQ Ibadurrahman Belading karena praktik ini dianggap sangat penting dalam mendukung upaya memuraja'ah atau mengulang hafalan al-Qur’an bagi para santri. Praktek pelaksanaan qiyamullail di PPTQ Ibadurrahman dilaksanakan sebanyak 4 raka’at 2 kali salam, Setiap rakaatnya, imam menyelesaikan bacaan/ hafalannya setengah halaman, dimulai dari juz 30, 29, 28, 27, 26, dan kembali ke juz 1, 2, 3, 4, dan seterusnya. Setelahnya, ditutup dengan shalat witir sebanyak 3 raka’at 1 kali salam. Pelaksanaan qiyamullail, terutama shalat tahajud di PPTQ Ibadurrahman Belading imam diperbolehkan memegang mushaf saat shalat tahajud. Adapun tujuan memegang mushaf saat pelaksanaan tahajud ialah untuk mengantisipasi kesalahan huruf, lupa ayat, ataupun ragu-ragu terahadap hafalan, untuk mengantisipasi kesalahan tersebut, imam diperbolehkan memegang mushaf. Namun, praktek memegang mushaf ini sudah jarang dilakukan oleh ustadz/santri yang menjadi imam, hal ini terjadi karena dikalangan santri banyak yang telah memiliki hafalan 10 juz, 15 juz, 20 juz, bahkan ada beberapa diantaranya yang 30 juz. (2) Makna Praktek qiyamullail dalam memuraja’ah hafalan Qur’an di PPTQ Ibadurrahman Belading Kecamatan Bathin Solapan Riau ialah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, mengajarkan kedisiplinan, ketawadhu’an, dan keikhlasan, meningkatkan kekuatan spiritual dan mental, sebagai tempat untuk memuhasabah diri, sebagai sarana memperbaiki atau meningkatkan kualitas hafalan Qur’an, bukti kesungguhan seorang penghafal al-Qur’an.