Maryam Sebagai Role Model Bagi Perempuan dalam Tafsir Al-Azhar
MUTIA FARADINA, NIM 4119079, Judul Skripsi “Maryam Sebagai Role Model Bagi Perempuan dalam Tafsir Al-Azhar”, Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Penelitian ini dilatarbelakangi oleh seiring dengan berkembang dan majunya zaman, banyaknya orang-orang yang memilih role model atau panutan mereka khususnya perempuan tanpa memperhatikan dampak baik dan buruknya. Oleh karena itu karakter Maryam dapat dijadikan role model yang baik karena di dalam al-Qur’an sendiri sudah dijelaskan dalam surat Maryam tentang Maryam. Maka penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui bagaimana konsep role model perempuan dalam perspektif al-Qur’an (2) Untuk mengetahui Bagaimana karakteristik Maryam yang dapat dijadikan role model dalam tafsir al-Azhar. Penelitian ini digunakan dalam Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dengan metode Maudhu’i atau tematik yang digagas oleh Al-Farmawi. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan dalam penelitian ini didukung dengan buku-buku perpustakaan, jurnal-jurnal, kitab tafsir, skripsi dan data lainnya. Hasil dari penelitian ini terdiri dari dua point yaitu: oertama penjelasan Role Model dalam Al-Qur’an, makna role model sama dengan makna uswatun hasanah yang mana artinya keteladanan atau panutan seperti yang tercantum dalam al-Qur’an. Kedua umat muslim khususnya wanita sudah banyak sekali perempuan yang bisa kita jadikan role model seperti Maryam karena sangat banyak memberi keteladan yang patut dicontoh dari segi ibadah, akhlak dan tingkah laku nya. Sedangkan karakteristik Maryam yang dapat dijadikan role model menurut Hamka adalah Menjaga kehormatan, Sabar dalam beribadah, senatiasa berdoa kepada Allah, mendidik anak-anak sesuai tuntunan, menjaga dirinya dari hal yang diharamkan Allah, membenarkan kalimat Allah, selalu optimis, tawakal, dan ikhlas dalam menjalankan kehidupan serta ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT.