MAKNA TRADISI SARUNG DAN PECI DALAM RITUAL KEAGAMAAN MASYARAKAT KENAGARIAN TALANG ANAU KEC. GUNUANG OMEH, KAB. LIMA PULUH KOTA
ABSTRAK Skripsi atas nama MUHAMMAD ABDIO NIM 4616.003 dengan judul “Makna Tradisi Sarung dan Peci dalam Ritual Keagamaan Masyarakat Kenagarian Talang Anau Kec. Gunuang Omeh Kab. Lima Puluh Kota” Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah untuk menemukan apa makna tradisi sarung dan peci dalam pelaksanaan ritual keagamaan masyarakat di Kenagarian Talang Anau dan bagaimana dampak simbolik sarung dan peci dalam ritual keagamaan masyarakat di Kenagarian Talang Anau. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apa makna dan bagaimana dampak simbolik sarung dan peci dalam ritual keagamaan masyarakat di Kenagarian Talang Anau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentaasi dengan menggunakan teknik snowball sampling. Data yang didapatkan kemudian diolah melalui proses editing, sehingga peneliti dapat menganalisanya untuk menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemahaman masyarakat tentang penggunaan sarung dan peci memiliki makna simbolik yang religius. Masyarakat Kenagarian Talang Anau menggunakan sarung dan peci dalam setiap melaksanakan ritual keagamaan sebagai simbol. Penggunaan simbol sarung dan peci bagi masyarakat Kenagarian Talang Anau merupakan sebuah budaya dan kultur yang sudah diwarisi secara turun temurun dari nenek moyang sampai saat sekarang ini, sehingga masyarakat menjadikan sarung dan peci sebagai simbol agamais dan simbol religius. Kata Kunci : Makna, Tradisi, Sarung, Peci, Ritual Keagamaan