Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MUDRA TUNAS

1 karya publik ditemukan.

2025: 1

Kitab Fadhail Al-Awqat Karya Imam Baihaqi: Analisis Karakteristik Dan Tipologi Pemahaman

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Kitab Fadhāil Al-Awqāt Karya Imam al-Baihaqi: Analisis karakteristik dan tipologi pemahaman” disusun oleh Mudra Tunnas, NIM 4221013 Program Studi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Permasalahan utama yang di kaji adalah bagaimana karakteristik kitab Fadhāil al-Awqāt karya Imam al-Baihaqi serta tipologi pemahaman hadis yang di terapkan oleh imam al-Baihaqi dalam kitab Fadhāil al-Awqāt. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan struktur dan metode penyusunan kitab, serta menganalisis pola penafsiran Imam al-Baihaqi terhadap hadis-hadis yang membahas keutamaan waktu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui penelusuran langsung terhadap isi kitab Fadhāil al-Awqāt karya Imam al-Baihaqi, sedangkan data skunder berasal dari literatur pendukung seperti kitab, jurnal dan karya ilmiah lain yang relevan, Analisis di lakukan secara deskriptif-analisis dengan pendekatan historis dan tematik, yakni menelusuri sistematika kitab, metode periwayatan hadis, serta cara Imam al-Baihaqi memahami teks hadis berdasarkan konteks bahasa, sejarah, dan nilai hukum maupun moral yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab Fadhāil al-Awqāt disusun secara sistematis dan tematik, mencakup 32 bab yang membahas keutamaan waktu-waktu ibadah seperti bulan Rajab, Sya‘ban, Ramadan, dan Dzulhijjah. Imam al-Baihaqi memperlihatkan kehati-hatian dalam menyeleksi sanad dan menjelaskan matan hadis disertai klarifikasi ilmiah. Dalam memahami hadis, beliau menggunakan empat tipologi utama, yaitu pemahaman linguistik, kontekstual-historis, fikih, dan targhib wa tarhib, Temuan ini menunjukkan bahwa karya Imam al-Baihaqi tidak hanya berfungsi sebagai koleksi hadis tematik, tetapi juga sebagai refleksi metodologis dan spiritual yang menegaskan pentingnya pengelolaan waktu dalam meningkatkan kualitas ibadah umat Islam.