Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MAHLICA SARGE

1 karya publik ditemukan.

2024: 1

Makna filosofi dari Tari Tor-tor pada Pernikahan Masyarakat Suku Mandailing (Studi di Jorong Sigantang Nagari Batahan Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Makna Filosofi Dari Tari Tor-Tor Pada Adat Pernikahan Masyarakat Suku Mandailing (Studi Di Jorong Sigantang Nagari Batahan Kec Ranah Batahan Kab Pasaman Barat)” yang disusun oleh Mahlica Sarge Nim. 4520023 Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, UIN Syeck M. Djamil Djambek Bukittinggi, Tahun 2023/2024. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya suatu adat dan kebudayaan yang berbeda-beda dari daerah lain yaitu perkawinan yang diiringi tari tradisional tor-tor. dimana dalam tarian ini memiliki ciri khas dan keunikan. Namun tidak semua rangkaian pelaksanaan tarian ini masyarakat apalagi generasi penerus Sigantang tidak mengetahui makna, simbol dan pesan yang terkandung dalam tari tor-tor tersebut, sehingga adat dari kesenian inilah yang memicu peneliti untuk mengulik makna filosofi yang merujuk pada ontology, epistemology, dan aksiology. Fokus penelitian dari skripsi ini adalah: 1). Bagaimana pelaksanaan dari tari tor-tor pada pernikahan masyarakat suku Mandailing di Jorong Sigantang?, 2). Bagaimana makna filosofi dari tari tor-tor pada pernikahan di Jorong Sigantang? Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode analisis-deskriptif. Adapun sumber primer dari penelitian ini adalah melaksanakan proses wawancara serta observasi langung mengenai penelitian, meliputi dokumentasi, video. Serta sumber sekundernya adalah buku, jurnal, skripsi, dll yang berkaitan dengan penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa di dalam pelaksanaan tari tor-tor disebut sebagai acara adat atau horja godang yang mempunyai gerakan diiringi dengan musik(margondang). Pelaksanaan horja godang ini sehari sebelum dimulai disiapkanlah gondang dua atau panaek gondang yang bertujuan membuka galanggang panortoran di halaman na bolak yang dibuka dengan pembukaan pencak silat, setelah itu mata ni horja dilaksanakan pukul 09.00 WIB terlebih dahulu menyembelih seekor kerbau maknanya sebagai bukti keluarga mangalehen golar (memberi gelar) pada kedua mempelai yang akan menjadi suami istri.