Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M. FAJRI

2 karya publik ditemukan.

2026: 12024: 1

TINJAUAN HUKUM TA’ZIR TRHADAP PELAKSANAAN SANKSI ADAT DALAM TINDAK PIDANA PENYETRUMAN IKAN (STUDI KASUS NAGARI KAPUH UTARA KECAMATAN KOTO XI TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Tinjauan Hukum Ta’zir Terhadap Pelaksanaan Sanksi Adat Dalam Tindak Pidana Penyetruman Ikan (Studi Kasus Nagari Kapuh Utara Kecamatan Koto Xl Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan)” yang disusun oleh M Fajri NIM 1422043, Program Studi Hukum Pidana Islam Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negri (UIN) Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik penyetruman ikan di Nagari Kapuh Utara yang merusak ekosistem perairan, di mana penyelesaian perkaranya tidak ditempuh melalui jalur hukum pidana positif, melainkan melalui mekanisme sanksi adat berupa pengucilan atau pengasingan pelaku dari kehidupan sosial kemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan sanksi adat bagi pelaku penyetruman ikan di Nagari Kapuh Utara, dan tinjauan hukum ta'zir terhadap sanksi adat tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap wali nagari dan tokoh adat di Nagari Kapuh Utara, sedangkan data sekunder diperoleh dari bahan kepustakaan berupa kitab-kitab fiqh dan literatur hukum yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian tindak pidana penyetruman ikan di Nagari Kapuh Utara ditempuh melalui musyawarah adat yang melibatkan wali nagari, tokoh adat, pelaku, saksi, dan masyarakat, dengan hasil berupa sanksi pengucilan yang terbukti memberikan efek jera dan fungsi preventif bagi masyarakat. Ditinjau dari hukum ta'zir, sanksi pengucilan tersebut memiliki relevansi kuat dengan konsep jarimah ta'zir, karena penyetruman ikan merupakan perbuatan yang tidak diatur secara khusus jenis dan kadar hukumannya dalam Al-Qur'an maupun Sunnah, namun menimbulkan kerusakan (fasad) dan merugikan kemaslahatan umum, sehingga penetapan sanksinya menjadi kewenangan ulil amri dalam hal ini wali nagari dan tokoh adat. Sanksi tersebut juga memiliki landasan historis dalam praktik Rasulullah SAW dan selaras dengan tujuan pemidanaan ta'zir, yaitu al-zajr, al-islah, dan at-ta'dib, serta mendapat legitimasi yuridis melalui Pasal 2 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP, sehingga tercipta harmonisasi antara hukum adat, hukum pidana Islam, dan hukum positif Indonesia.

Integrasi Projek Penguatan Pofil Pelajar Pancasila pada Shalat Dhuha di SMAN 1 Tilatang Kamang

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian dilatar belakangi dari observasi awal yang peneliti lakukan di SMAN 1 Tilatang Kamang bahwa integrasi projek penguatan profil pelajar Pancasila telah dilaksanakan. Namun projek penguatan profil pelajar Pancasila hanya diberikan teorinya saja. Sehingga projek penguatan profil pelajar Pancasila tidak sepenuhnya terealisasi kepada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan sekaligus upaya yang dilakukan pendidik dalam menerapkan integrasi projek penguatan profil pelajar Pancasila khususnya pada shalat Dhuha. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dapat didefinisikan yaitu secara langsung mengadakan pengamatan untuk memperoleh informasi yang diperlukan. Hal ini menggunakan metode field research guna mendapatkan hasil yang akurat dan pasti, dimana peneliti ikut tinggal, bergaul dan melakukan kegiatan sosial lainnya demi mendapatkan kesimpulan yang sesuai dari apa yang ada dilapangan.Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pada prinsip holistik ada satu yang kurang dari segi sosial, salat dhuha tidak dilakukan secara berjamaah. Memang salat Dhuha ini memang salat sunnah dan bisa dilakukan secara sendiri. Akan tetapi di lingkungan sekolah tentu banyak siswa dan guru. Alangkah baiknya dilakukan secara berjamaah. Pada prinsip kontekstual pengalaman peserta didik tentang lebih banyak di sekolah sebelumnya daripada dirumah. Ini terjadi karena ada beberapa orang tua peserta didik ada juga yang tidak melaksanakan salat Dhuha. Pada prinsip berpusat pada peserta didik tidak semua siswa yang mengisi buku jujur dengan jujur, karena tidak semua peserta didik melaksanakan salat Dhuha dirumah. Peserta didik mengisi buku jujur karena takut diambil nilai dan meminta tanda tangan kepada orang tua. Kadang orang tua ini dengan senang hati saja. Hal ini perlu koordinasi lagi antara pihak guru dan orang tua peserta didik. Selain itu peserta didik yang perlu bimbingan tentang salat Dhuha, hanya diberikan buku dan tidak dijelaskan lagi yang semestinya harus dijelaskan lagi.Pada prinsip eksploratif Guru harus lebih jelas lagi dalam menjelaskan tentang salat Dhuha. Jangan sekedar menyuruh peserta didik untuk salat Dhuha dan memberi buku saja, itu harus dijelaskan lagi. Agar peserta didik untuk menjelaskan lagi kepada temannya, orang tua, saudara, dan lain-lain itu akan menjadi lebih sempurna dan bermanfaat bagi orang banyak.