2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
<span class="fontstyle0">Tujuan tulisan ini ingin melihat sejauhmana BP4 Kota<br />
pariaman memiliki peranan dalam penguatan psiko-sosial<br />
manusia dibidang kesejahteraan sosial, pelayanan bagi alumni<br />
pasutri pasca pernikahan perlu didintaklanjuti dengan program<br />
yang berimbang. Minimnya pemahaman psiko-sosial alumni<br />
kursus pra nikah pasca menikah akan berpotensi besar untuk<br />
menambah deretan panjang usia pernikahan dini di Kota<br />
Pariaman. Persoalan mendasar yang paling meresahkan adalah<br />
ketidaktahuan mereka akan tanggung jawab, hak-hak serta<br />
kewajiban suami istri dalam rumah tangga. Untuk mengatasi<br />
solusi ini tim pengabdian melakukan identifikasi masalah<br />
kelapangan serta melakukan pemetaan masalah untuk<br />
diberikan perlakuan </span><span class="fontstyle2">(treatment</span><span class="fontstyle0">) pada subjek pengabdian<br />
melalui dua tahap berupa bimbingan psikologi keluarga dan<br />
konseling keluarga Islami.</span><br style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; line-height: normal; text-align: -webkit-auto; text-size-adjust: auto;" />
</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
Berdasarkan data jumlah penduduk kota Pariaman adalah 77.480 jiwa, yang terdiri
atas 37.682 penduduk laki-laki dan 39.798 jiwa perempuan, dengan luas wilayah 73,36 km2
kepadatan penduduk Kota Pariaman adalah 1.056,16 jiwa per km2. Kecamatan Pariaman
Tengah adalah kecamatan dengan kepadatan penduduk tinggi. (BPS Sumbar: 2018).
Wawancara dengan sekretaris Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan
(BP4) Kota Pariaman periode 2011 – 2018 bapak Fitrison Efendi: Agustus 2021) “pasutri
menikah setiap tahun berkisar 1000 orang, sekitar 120 orang (12%) terjadi kasus perceraian
baik bercerai mati maupun gugat cerai di Pengadilan Agama Pariaman”. Angka ini melebihi
nasional jika merujuk pendapat Nasaruddin Umar (mantan Dirjen Bimas Islam RI) bahwa
“Sekitar 2 (dua) juta pasangan menikah setiap tahun, disisi lain 200 ribu pasangan juga
bercerai setiap tahun, angka ini mencapai 10% dari jumlah orang yang menikah”. (Majalah
bulanan BP4 Pusat: 2011). Data Kemenag RI mengungkap tentang peristiwa perceraian
selama 3 tahun terakhir, tahun 2011 sebanyak 158.119 peristiwa, pada tahun 2012 sebanyak
372.577 peristiwa, dan pada tahun 2013 sebanyak 324.572 peristiwa. Dari total perceraian
yang terjadi pasangan dengan usia kurang dari 5 tahun (perceraian dini), sehingga berdampak
terhadap kehidupan sosial mulai dari krisis harga diri, ekonomi, hingga terhambatnya
pendidikan anak-anak”.
Untuk merespon persoalan di atas pada hari sabtu, 30 Juli 2011 Walikota Pariaman
meresmikan pelaksanaan “Kursus Pra-Nikah” dan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tim
pelaksana kegiatan sekaligus sebagai pengurus harian di BP4 kota Pariaman. Keputusan
Walikota ini menindaklanjuti Peraturan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Departemen Agama RI Nomor: Dj.II/491 Tahun 2009 tentang “Kursus Calon Pengantin”
sekaligus memperkuat “Peraturan Daerah Kota Pariaman Nomor 6 Tahun 2009 tentang
“Pandai Baca Al-Qur’an bagi Calon Pengantin”.
Pemerintah kota bersama jajaran dan tokoh masyarakat seperti alim ulama/MUI,
tokoh masyarakat seperti: ormas kepemudaan, ormas keislaman, lembaga adat dan semua3
stake holder melunching kegiatan tersebut. Pasca launching, BP4 kota Pariaman menyurati
Lurah, Kepala Desa, Camat dan Kepala KUA se-kota Pariaman untuk mensosialisasikan
kepada warga tentang pelaksanaan kursus pra nikah bagi CATIN yang akan melaksanakan
pernikahan. Pengurus harian BP4 Kota Pariaman melakukan aksi cepat tanggap dengan
mengeluarkan SK tim pelaksana kursus pra nikah Nomor: 015/BP.4-Prm/VIII/2011 tanggal
08 Agustus 2011. SK ini merinci tentang teknis pelaksanaan tugas instruktur kursus pra-nikah
memberikan pengajaran sesuai materi yang ditentukan dalam pelaksanaan kursus pra nikah
BP4 kota Pariaman.
Materi yang diberikan selama pelatihan adalah sebagai berikut: (1) Peraturan
perundang-undangan tentang rumah tangga, (2) Tata cara dan prosedur pencatatan nikah, (3)
problematika rumah tangga dan solusinya, (4) Kesehatan reproduksi dan keluarga berencana,
(5) Hak dan kewajiban suami istri, (6) Pengetahuan agama, (7) Adat istiadat dalam
perkawinan dan rumah tangga, (8) Psikologi perkawinan dan keluarga, (9) Pemeliharaan
kesehatan keluarga dan lingkungan, (10) Pembinaan ekonomi keluarga, (11) Bimbingan baca
tulis Al-Qur’an, (12) Praktek ibadah, (13) Tata cara pelaksanaan nikah. Materi ini mengacu
kepada Peraturan Direktur Jenderal Bimbingan Islam Departemen Agama RI tentang kursus
calon pengantin tahun 2009 Bab III pasal 3.
Semua materi yang ditawarkan dalam kursus pra nikah ini narasumbernya diundang
dari berbagai unsur sesuai dengan komptensi keahliannya masing-masing. Diantaranya adalah
dari KEMENAG provinsi Sumatera Barat dan kota Pariaman, IAIN Bukittinggi, Pengadilan
Agama Pariaman, Dinas Kesehatan, MUI, BP2KB, LKAM, BAZ, LPPTQ, Ormas
Keagamaan se-Kota Pariaman, dan unsur-unsur lainnya yang terkait. Kegiatan ini
dilaksanakan selama 3 hari, yakni pada hari jum’at, sabtu dan minggu, artinya pelaksanaan
kegiatan ini dirancang pada waktu libur jam pegawai agar tidak mengganggu kinerja peserta
kursus yang akan mengikuti kegiatan ini. (Afrinaldi, dkk: 2013).
Karena kegiatan ini tidak mendapatkan pembiayaan dari Pemerintah pusat/daerah
untuk pelaksanaan kursus pra-nikah ini, maka BP4 kota Pariaman mengambil inisiatif dengan
memungut biaya pendidikan Rp. 200.000,- / orang. Penggunan dana untuk kegiatan
operasional seperti sewa gedung, ATK, modul, sertifikat, snack, honor pemateri dan lain-lain.
Sedangkan bagi peserta CATIN yang tidak mampu yang dibuktikan dengan surat keterangan
tidak mampu dari Lurah/Desa tidak dipungut biaya sama sekali tapi tidak mendapatkan
fasilitas kecuali sertifikat. Mengingat kegiatan ini dipungut biaya bagi yang mampu, maka
semangat dan motivasi warga kota Pariaman mengikuti kursus pra-nikah ini mulai mendua,4
alasan srategis adalah persoalan ekonomi dan administratif. Sehingga berimplikasi terhadap
kelancaran pelaksanaan kursus pra-nikah di BP4 kota Pariaman.
Kegiatan BP4 kota Pariaman yang kreatif dan inovatif ini ternyata tidak sepenuhnya
mendapat dukungan moril dari masyarakat, kehadiran BP4 bahkan dianggap sebagai langkah
mempersulit pelaksanaan keberlangsungan pernikahan. Hal ini tentu saja menguntungkan
bagi warga masyarakat yang kontra dengan keberadaan BP4, mereka ini mencoba
membalikkan fakta dengan mengadu domba masyarakat awam untuk tidak perlu mengikuti
pelatihan kursus pra-nikah, sebahagian ada yang terpengaruh kemudian tidak mau mengikuti
dengan dalih bekerja, tidak ada waktu yang pas, masih dirantau dan lain sebagainya.
Dari segelintir orang yang mencoba menghalangi, menggagalkan rencana pelatihan,
merusak pencitraan terhadap BP4, menghasut untuk tidak perlu mengikuti dan lain
sebagainya, tapi banyak juga yang menyatakan dukungan morilnya dengan tetap konsisten
agar pelatihan kursus pra-nikah tetap dilaksanakan sekalipun ada yang mempersoalkan.
Kelompok yang membrikan dukungan ini juga merasakan faedah dan manfaat dari
pelaksanaan pelatihan kursus pra-nikah walaupun harus mengeluarkan biaya dari saku peserta
sendiri. Mereka ini pada umumnya adalah orang yang terdidik, kaum intektual, orang
terpelajar, mengerti agama dan adat istiadat di masyarakat, sehingga mereka merasakan
faedahnya setelah menjalani kehidupan berkeluarga.
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
Facing an era of disruption marked by rapid change and high complexity, Islamic education
needs to optimize itself with a multidisciplinary approach as a leading solution. This approach involves
the integration of various disciplines, such as science, technology, art, history, and social, in Islamic
religious learning. The main objective of this approach is to enrich students' understanding of Islamic
teachings, relate them to the context of everyday life, and develop critical, collaborative, and creative
thinking skills relevant in facing the challenges of the era of disruption. The multidisciplinary approach
in Islamic education allows the use of innovative learning methods, such as group discussions,
collaborative projects, and the utilization of information technology, to create a stimulating and
challenging learning environment. In this context, Islamic education can broaden the scope of its
learning by linking Islamic teachings with contemporary issues, such as the environment, social justice,
technology, and globalization. A multidisciplinary approach also requires cooperation and support from
various parties, including government, educational institutions, teachers, parents, and the community.
This synergy between various stakeholders will strengthen the implementation of a multidisciplinary
approach in Islamic education and ensure its relevance in facing changing times. By optimizing Islamic
education through a multidisciplinary approach, it is hoped that Islamic education can remain relevant,
adaptive, and able to form a young generation who have a strong understanding of religion, relevant
skills, and high moral integrity in facing the complexity and changes of modern times.
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
<span class="fontstyle0">Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pelaksanaan manajemen<br />
penerimaan siswa baru secara </span><span class="fontstyle2">online </span><span class="fontstyle0">pada MTsN 11 Agam tentang apakah berjalan<br />
dengan lancar atau ada kendala yang ditemukan. </span></p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui siknifikansi hubungan secure attachment dengan kemandirian remaja madya di jorong giri maju luhak nan duo pasaman barat.</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
Sebagai pemateri webinar internasional dengan tema : the future of human resource and artificial intelligence
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<div>
<p>
dampak perceraian yang sangat tinggi tidak dapat dipungkiri, ia telah menjadi salah satu faktor yang memiskinkan piskis mental serta kejiwaan, spiritual bahkan ekonomi rumah tangga. Kondisi seperti ini biasanya secara psikologis paling banyak melanda kaum perempuan sebagai akibat dari dampak perceraian, sehingga kaum ibu harus rela menjadi orangtua ganda alias berjuang sendirian mencari nafkah untuk menghidupi anak-anak mereka. Kaum perempuan kehilangan mata pencaharian jika selama ini hanya bergantung kepada suami, kehilangan semangat untuk mengelola kehidupan rumah tangga yang lebih baik, implikasinya akan berdampak sangat fatal terhadap pertumbuhan dan perkembangan psikologis anak. Untuk menanggulangi hal ini, sangat perlu dilakukan penanganan cepat yang serius melalui berbagai upaya dan pemberdayaan, solusi yang ditawarkan adalah melalui penguatan bimbingan psikologis, spiritual dan keterampilan ekonomi berbasis sayariah mampu membangkitkan semangat kewirausahaan mereka agar tidak terkena virus perceraian pada usia dini.</p>
</div>
<p>
</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
<span class="fontstyle0">bagaimana penguatan psikologi keluarga dan konseling individual serta<br />
kelompok untuk memotivasi dirinya agar tidak mengalami konflik rumah tangga atau<br />
perceraian pada usia dini.</span></p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
This study aims to examine the learning styles and creativity of Islamic education
management students at IAIN Bukittinggi. The research design uses a quantitative
approach involving survey methods. The research, which was conducted at IAIN
Bukittinggi, involved a sample of 44 students consisting of 22 male students and 22 female
students. The research instrument used to collect data was a questionnaire with a Likert
scale of up to five according to the local context. The study was analyzed using descriptive
and inferential statistics. Descriptive statistics consist of min value, standard deviation,
percentage and frequency. While inferential statistics involve the use of statistical
techniques MANOVA and Pearson Correlation. The results of the study found that the level
of competitive, avoidant and free learning styles was at a high level, while the
collaborative learning style was at a low level. While the creativity of originality, flexibility
and fluency of students is at a dominant or high stage. The MANOVA test showed that
there was no significant difference between the types of learning styles and students'
creativity based on gender. In addition, Pearson correlation analysis shows that there is a
significant relationship between competitive and collaborative learning styles with
authentic creativity and there is a relationship between avoidant and free learning styles
with flexibility creativity, and there is a significant relationship between competitive,
avoidant, dependent and independent learning styles with fluency creativity. Theoretical
and practical implications as well as seven studies have been presented to help lecturers
identify student learning styles and creativity
2018 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hadirnya buku Pendidikan Kewarganegaraan ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi akademisi, guru, praktisi, tokoh masyarakat dan mahasiswa dalam membangun kesadaran warga negara dalam membangun bangsa dan negara.
2018 · Book · Koleksi Perpustakaan
Disajikan dalam 13 bab utama beserta subbab dengan pembahasan dan uraian yang komprehensif, yang disesuaikan dengan kerangka kajian yang simpel dan mudah dicerna. Topik bahasan utama metode penelitian pendidikan dan pengembangan ini, antara lain: Pengetahuan dan pendekatan ilmiah Hakikat penelitian pendidikan Mengidentifikasi dan merumuskan masalah Kajian pustaka dalam penelitian Cara merumuskan hipotesis penelitian Mengidentifikasi dan mendefinisikan variabel penelitian Validitas: internal dan eksternal Memilih dan menentukan rancangan penelitian Menentukan populasi dan sampel penelitian Mengembangkan instrumen penelitian Teknik analisis data penelitian Menyusun proposal dan laporan penelitian Buku persembahan penerbit prenadaMedia
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
"The Snowball Effect is a powerful book with incredible insight." -Laura Contreras-Rowe, award-winning author of Aim High: Extraordinary Stories of Hispanic & Latina Women "I highly recommend this book...the lessons provide specific and precise tools for people wanting to clear out the negative and learn to focus on the positive gifts in life." -Marney A. White, PhD, MS, Associate Professor of Psychiatry, Yale University School of Medicine "Enjoy it. Live it. Share it." -William P. Magee Jr., DDS, MD, Cofounder-CEO Operation Smile." "The Snowball Effect offers a unique perspective on what it takes to move forward through life in the most productive and positive way" -Chrisanna Northrup, New York Times bestseller, author of The Normal Bar Imagine Imagine feeling inspired, motivated, and hopeful about your situation and your future. Imagine being able to let go of resentment, harsh self-judgments, and explosive reactions. Imagine having better relationships with others. Imagine having the courage to face your fears and live your dreams without becoming overwhelmed. Imagine living every day with gratitude, being able to fully appreciate the moment. That's the snowball effect in action! This book is about improving and building self, one baby step at a time.
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru adalah harapan semua guru yang memiliki hak untuk itu sebagai bentuk peningkatan karier and kualifisi ke-profesionalime-an. Untuk dapat menduduki pangkat dan jabatan fungsional tertentu, seorang guru harus telah melakukan kegiatan professional sebagai seorang guru. Setiap butir kegiatan professional yang dilakukan oleh guru dalam melakoni tugas dan fungsinya dalam kehidupan pembelajaran di satuan pendidikan diberikan angka kredit tertentu. Angka kredit inilah yang akan dijadikan landasan untuk pangkat dan jabatan seorang guru. Kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru diatur dalam berbagai peraturan atau perundang-undangan, salah satunya Permeneg PAN dan RB No 16, tahun 2009, tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Dalam Peraturan tersebut, kenaikan pangkat seorang guru dari jabatan guru pertama sampai pada guru Pembina, harus memiliki angka kredit dari unsur pengembangan keprofesian berkelanjutan, yaitu pengembangan diri dan publikasi ilmiah. Sedangkan pada peraturan sebelumnya, Keputusan Mennegpan Nomor 84, tahun 1993, karya tulis ilmiah guru dibutuhkan hanya dari guru Pembina, golongan ruang, IV/a. Guru mengalami kesulitan dalam memenuhi tuntutan persyaratan naik pangkat dan jabatan fungsional dari pangkat Pembina dan jabatan guru pembeina golongan ruang IV/a ke atas. Sehingga guru sebelum permenneg PAN dan RB Nomor 16 tahun 2009 tersebut, mentok pada pangkat, jabatannya dan golongan rungan Pembina, IV/a. Tetapi setelah diberlakukannya permenneg tersebut, seorang guru bila ingin naik pangkat harus telah memiliki nilai angka kredit dari pengembangan keprofesian berkelanjutan yang terdiri atas pengembangan diri, publikasi ilmiah atau karya inovatif, sejak seorang guru menjabat sebagai seorang guru pertama. Untuk guru pertama memang tidak diperlukan nilai angka kredit dari publikasi ilmiah tetapi harus memiliki nilai angka kredit dari pengembangan diri. Kegagalan guru dalam meniti karir atau naik pangkat dan jabatan fungsional guru ini mungkin disebabkan karena guru tidak mampu meraih angka kredit publikasi ilmiah atau karya tulis ilmiah. Ketidakmampuan guru dalam menyusun atau membuat karya publikasi ilmiah mungkin dikarenakan guru kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup atau memadai untuk melakukan kegiatan tersebut. Buku ini diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif referensi dari berbagai referensi yang ada. Walaupun buku ini disusun berdasarkan pada buku-buku yang berkaitan dengan pengelolaan pengembangan keprofesian berkelanjutan dan sumber-sumber lain yang dianggap relevan, ketidaksempurnaan dalam berbagai manifestasinya, pengetikan, tata letak, isi maupun pengutifan dapat terjadi diluar kemampuan penulis. Kontribusi dari para sahabat untuk pembenahan dan perbaikan buku ini sangat diharapkan. [Publikasi, Ilmiah, Guru, KEGIATAN, PROFESIONAL, GURU, SEBAGAI, PENGEMBANGAN, KEPROPESIAN, BERKELANJUTAN, setiadi]