Relevansi Etika Peserta Didik terhadap Guru menurut Burhanuddin Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’lim Al-Muta’allim dengan Masa Kini
M. Afrima Falah, NIM 2120282, Judul Skripsi :“Relevansi Etika Peserta Didik terhadap Guru menurut Burhanuddin Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’lim Al-Muta’allim dengan Masa Kini”. Prodi Pendidikan Agama Islam FakultasTarbiayah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2024M/1446H.Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya menjaga hubungan yang harmonis dan beretika antara peserta didik dan guru, yang telah menjadi pilar utama dalam tradisi pendidikan Islam. Kitab Ta'lim Al-Muta'allim karya Burhanuddin AzZarnuji dianggap sebagai salah satu karya monumental dalam bidang adab dan etika belajar, yang menekankan pentingnya sikap hormat, ketaatan, dan akhlak mulia peserta didik terhadap guru.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis teks di mana data primer diperoleh dari kitab Ta'lim AlMuta'allim sedangkan data sekunder berasal dari berbagai literatur etika terkait pendidikan, baik dalam konteks tradisional maupun modern. Penelitian ini termasuk penelitian pustaka (library research) dengan fokus penelitian bagaimana konsep etika dan adab yang diajarkan oleh Az-Zarnuji masih relevan di era pendidikan kontemporer yang semakin modern dan digital.Penelitian yang dilakukan membuahkan hasil : Tidak melintas di hadapan guru menunjukkan rasa penghormatan kepada guru saat mereka sedang mengajar atau berbicara. Sikap ini mencerminkan pengakuan atas jabatan dan otoritas guru dalam proses pendidikan. Tidak banyak bicara di hadapan guru menunjukkan sikap sopan santun dan menghargai waktu serta perhatian guru. Peserta didik belajar untuk lebih mendengarkan dan memahami materi yang disampaikan oleh guru. Menghormati guru dan kerabatnya menunjukkan pentingnya nilai-nilai keluarga dan penghormatan dalam konteks pendidikan yang lebih luas. Menghormati guru dengan menghormati kitab merupakan penghormatan terhadap sumber ilmu juga diartikan sebagai penghormatan terhadap guru. Dalam pendidikan islam, kitab merupakan representasi dari ilmu yang diajarkan oleh guru, sehingga peserta didik diajarkan untuk menghargai kedua hal tersebut. Tidak duduk dekat guru ketika belajar menunjukkan sikap rendah hati dan tidak merasa lebih tinggi dari guru. Hal ini menandakan bahwa mereka menghargai posisi dan peran guru dalam proses belajar. Tidak meyakiti hati guru melambangkan pentingnya menjaga hubungan yang baik dan saling menghormati dalam proses pendidikan. Hasil penelitian ini menekankan bahwa prinsip-prinsip etika yang diajarkan oleh Burhanuddin AzZarnuji dalam Ta'lim Al-Muta'allim tetap relevan dalam konteks pendidikan masa kini. Meskipun banyak perubahan dalam metode pendidikan dan perkembangan teknologi, nilai-nilai etika yang mendasari interaksi antara peserta didik dan guru tetap penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, produktif, dan berakhlak. Adopsi dan penerapan etika ini dapat membantu memperkuat moralitas dan karakter peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman.