Peran Stakeholder Dalam Pengembangan Geopark Ranah Minang Silokek Di Kabupaten Sijunjung Menuju UNESCO Global Geopark (UGGp)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran stakeholder dalam pengembangan Geopark Ranah Minang Silokek di Kabupaten Sijunjung menuju UNESCO Global Geopark (UGGp). Pengembangan Geopark Ranah Minang Silokek melibatkan berbagai stakeholder yang memiliki peran sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Keterlibatan stakeholder diperlukan dalam pengelolaan kawasan, pelestarian lingkungan dan budaya, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan pariwisata yang berkelanjutan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling yang terdiri atas pemerintah daerah dan Badan Pengelola Geopark Ranah Minang Silokek, masyarakat lokal, pelaku usaha/UMKM, dan wisatawan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stakeholder telah menjalankan perannya dalam pengembangan Geopark Ranah Minang Silokek. Pemerintah daerah dan pengelola berperan sebagai regulator, fasilitator, koordinator, dan pengawas melalui penyusunan kebijakan, penyediaan sarana dan prasarana, koordinasi antarstakeholder, serta pengawasan terhadap pengelolaan kawasan. Masyarakat lokal berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya serta mendukung kegiatan pariwisata melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan di kawasan geopark. Pelaku usaha/UMKM berperan dalam menyediakan produk dan jasa wisata serta mendukung peningkatan perekonomian masyarakat. Wisatawan berperan sebagai pengguna destinasi sekaligus memberikan masukan terhadap pengelolaan kawasan serta mendukung pelestarian lingkungan dan budaya. Dalam pengembangannya, Geopark Ranah Minang Silokek masih menghadapi kendala berupa kondisi akses jalan menuju kawasan yang memiliki beberapa titik rawan longsor dan banjir serta perlunya penguatan koordinasi dan kolaborasi antarstakeholder. Oleh karena itu, penguatan peran dan kolaborasi antarstakeholder diperlukan untuk mendukung pengembangan Geopark Ranah Minang Silokek secara berkelanjutan menuju UNESCO Global Geopark (UGGp).