Interaksi Sosial Peserta Didikan Subuh MDTA Mussolla Al-Abror di Nagari Ranah Air Haji Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi sosial peserta Didikan Subuh di MDTA Mushalla Al-Abror Nagari Ranah Air Haji, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat. Kegiatan didikan subuh ini mulai berkembang sekitar tahun 1960-an di Sumatera Barat, sedangkan di Nagari Ranah Air Haji kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat didikan subuh ini sudah berkembang sejak tahun 1990 atau berkisar 36 tahun. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian terdiri atas ustaz, peserta Didikan Subuh, dan pengurus MDTA. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial peserta berlangsung dengan baik melalui dua unsur utama, yaitu kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial terlihat dari kebiasaan peserta saling memberi salam, menyapa, berjabat tangan dengan ustaz, serta berkumpul sebelum kegiatan dimulai. Komunikasi terjalin melalui pemberian arahan, saling mengingatkan, dan kerja sama antara peserta, ustaz, serta pembawa acara. Berdasarkan Teori Struktural Fungsional Talcott Parsons, kegiatan Didikan Subuh merupakan suatu sistem sosial yang setiap unsurnya menjalankan fungsi untuk menjaga keteraturan dan mencapai tujuan bersama. Melalui konsep AGIL, peserta mampu menyesuaikan diri dengan aturan, bekerja sama dalam mencapai tujuan pembinaan, membangun hubungan yang harmonis, serta membiasakan nilai disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan kepedulian. Dengan demikian, kegiatan Didikan Subuh berperan dalam membentuk interaksi sosial yang positif, memperkuat kebersamaan, serta menanamkan karakter sosial yang baik kepada peserta.