Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

IRMAL MAHMUD

2 karya publik ditemukan.

2019: 12017: 1

KONSEP POLIGAMI MUHAMMAD SYAHRUR DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBARUAN HUKUM KELUARGA DI INDONESIA

2019 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini berjudul “Konsep Poligami Muhammad Syahrur Dan Relevansinya Dengan Pembaharuan Hukum Keluarga Di Indonesia” ditulis oleh Irmal Mahmud dengan NIM 10117.016 mahasiswa Program Studi Hukum Islam Pasca Sarjana Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi. Salah satu usaha penafsiran yang cukup menarik yang muncul pada masa kontemporer adalah yang dilakukan oleh Muhammad Syahrur, seorang intelektual Syiria. Syahrur menilai bahwa poligami adalah permasalahan yang unik, khususnya bagi perempuan, serta menjadi permasalahan (qadiyyah) yang tak kunjung selesai dibicarakan oleh masyarakat dunia pada umumnya. Dalam memahami konsep poligami Syahrur terkesan menyajikan sebuah konsep yang berbeda dengan ulama-ulama sebelumnya. Hal ini tentu sangat berkaitan dengan metode yang digunakannya ketika memahami konsep poligami dalam al-Qur`an. Di samping itu hukum keluarga di Indonesia juga senantiasa melakukan pembaruan guna untuk memperketat dan memperkecil peluang pelaksanaan poligami. Sehingga dalam tesis ini penulis akan menjelaskan dasar pemikiran Muhammad Syahrur tentang perintah poligami dalam al-Qur`an serta melihat relevansi konsep poligami yang ditawarkan Muhammad Syahrur dalam pembaruan hukum keluarga di Indonesia. Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Dalam mengumpulkan data maka penulis langsung mengutip dari buku yang berisi gagasan Muhammad Syahrur khususnya ketika ia berbicara mengenai konsep poligami yang dituangkannya dalam beberapa buku seperti al-Kitab wa al-Qur'an: Qira'ah Mu'asirah, Nahwa Usul Jadidah li al-Fiqh al-Islami dan Metodologi Fiqh Islam Kontemporer. Selain itu penulis juga dibantu oleh data sekunder yang berupa buku-buku dan karya ilmiah yang berkaitan dengan pembahasan penulis. Dalam jenis penelitian kualitatif data bersifat deskriptif. Kemudian dalam pengolahan data penulis menggunakan metode analisis isi (content analysis), dan juga komparatif, dalam menarik kesimpulan penulis menggunakan metode induktif di mana data yang terkumpul penulis olah secara selektif dan sistematis kemudian ditariklah kesimpulan khusus yang merupakan hasil dari penelitian. Setelah penulis melakukan kajian secara mendalam bahwa dalam persoalan poligami Syahrur berbeda ketika menetapkan persyaratan untuk kebolehan poligami, di mana Syahrur menganggap bahwa ayat yang berbicara mengenai konsep poligami dalam surat An-Nisa` ayat 3 berkaitan erat dengan konsep berbuat baik dan adil kepada anak yatim sehingga secara umum menghasilkan syarat untuk poligami dapat dilihat dari syarat kualitas dan kuantitas. Selain itu selama ini persoalan poligami memang dijadikan sebagai sebuah solusi dalam memecahkan persoalan rumah tangga ketika tujuan dari pernikahan tidak terealisasikan secara utuh atau secara sempurna. Pembaharuan dengan Metode talfiq dimungkinkan dapat menjadi jawaban ketika perundang-undangan Indonesia mengadopsi beberapa konsep yang disajikan Syahrur khususnya dalam mengadopsi persoalan syarat dalam melaksanakan poligami tersebut.

Analisis Yuridis Perkara Nomor 0107/Pdt.P/2015/PA.Bkt Tentang Dispensasi Nikah di Pengadilan Agama Bukittinggi.

2017 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini merupakan hasil analisis yuridis dari putusan pengadilan agama Bukittinggi tentang dispensasi nikah dengan judul “Analisis Yuridis Perkara Nomor: 0107/Pdt.P/2015/PA.Bkt tentang Dispensasi Nikah di Pengadilan Agama Bukittinggi”. Dalam UU Perkawinan No.1 tahun 1974, sebagaimana dijelaskan dengan bertujuan untuk mencegah terjadinya perkawinan anak-anak, agar pemuda-pemudi yang akan menjadi suami-istri benar-benar telah masak jiwa raganya dalam membentuk keluarga/rumah tangga yang bahagia dan kekal, tapi tidak tertutup kemungkinan melakukan perkawinan sebelum batas usia yang telah ditentukan oleh hukum perkawinan, yaitu dengan meminta dispensasi nikah ke pengadilan agama, oleh karena itu perlu rasanya untuk meneliti apa pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi nikah ini. Penyusunan skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara untuk menghasilkan data mengenai analisis yuridis tentang perkara dispensasi nikah di Pengadilan Agama Bukittinggi. Untuk menjamin kebenaran dan keabsahan data yang dikumpulkan dalam penelitian ini, maka diperlukan adanya validitas data yaitu menggunakan metode analisis data. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pemohon mengajukan permohonannya sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan diterima oleh Pengadilan Agama Bukitinggi, dan hakim telah memberikan putusan sesuai dengan pasal 7 ayat (2) Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 yang menyatakan dispensasi nikah memang dapat diizinkan setelah mendapatkan izin Pengadilan Agama poin dua dan empat yaitu kekhawatiran orang tua terhadap hubungan dekat anaknya dengan lawan jenis dan ditakutkan akan melanggar norma-norma agama, dan pergaulan bebas anak yang nantinya akan berakibat pada masa depannya. Berdasarkan kesimpulan, hasil penelitian ini bahwa hakim dalam memberikan putusannya sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, karena dalam perkara tersebut tidak ada halangan bagi hakim untuk tidak mengabulkan permohonan pemohon yang hendak menikahkan anaknya yang belum mencapai usia perkawinan. Dan pertimbangan-pertimbangan hakim tidak bertentangan dengan Al-Quran dan Sunnah dan telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan, baik dari segi hukum formil maupun materil.