Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

IRDAYANTI

2 karya publik ditemukan.

2026: 12024: 1

Analisis Sistem Utang Piutang Pupuk Dengan Pembayaran Tangguh Pada Waktu Panen Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Petani Jorong VII Lubuk Hijau Nagari Languang Kecamatan Rao Utara)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Analisis Sistem Utang Piutang Pupuk Dengan Pembayaran Tangguh Pada Waktu Panen (Studi Kasus Petani Jorong VII Lubuk Hijau Nagari Languang Kecamatan Rao Utara)” ini disusun oleh Irdayanti NIM 3221030, Program Studi S1 Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh praktik utang piutang pupuk di kalangan petani di Jorong VII Lubuk Hijau, Nagari Languang, Kecamatan Rao Utara. Mayoritas petani di jorong ini menggantungkan hidup dari hasil pertanian padi. Akan tetapi, karena keterbatasan modal membuat mereka sulit membeli pupuk secara tunai. Untuk memenuhi kebutuhan pupuk, sebagian petani memilih berhutang kepada toke (penjual pupuk) dengan sistem pembayaran ditangguhkan hingga waktu panen, dalam ekonomi syariah, aspek transparansi, keadilan, dan kejelasan akad menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kehalalan transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem utang piutang pupuk tersebut berdasarkan prinsip ekonomi Islam, khususnya aspek keadilan (‘adl), tolong-menolong (ta’awun), dan larangan riba (riba nasi’ah). Penelitian dilakukan dengan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sumber data diambil dari data primer yang diperoleh secara langsung dari informan peneliti melalui wawancara dan observasi dengan masyarakat Jorong VII Lubuk Hijau yang bekerja sebagai petani yang menjadi informan dalam penelitian ini. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari hasil dokumentasi literature dan website. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang diperoleh dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa praktik utang piutang tersebut tidak sesuai dengan prinsip ekonomi Islam karena mengandung unsur riba nasi’ah. Biaya tambahan yang disepakati di awal akad sebagai kompensasi penangguhan waktu pembayaran merupakan riba yang dilarang (haram). Meskipun transaksi ini memiliki dimensi sosial berupa tolong-menolong (ta’awun) dan memberikan keuntungan bagi tengkulak, keberadaan unsur riba menggugurkan kehalalan akad tersebut. Oleh karena itu, diperlukan alternatif solusi pembiayaan pertanian yang lebih syar’i bagi masyarakat setempat.

Studi Pemahaman Hadis Memakai Sandal Ketika Shalat

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini diangkat karena bertujuan untuk mendalami pemahaman hadis mengenai penggunaan sandal saat shalat. Hadis yang membahas tentang penggunaan sandal dalam ibadah shalat sering kali dipahami secara tekstual tanpa mempertimbangkan konteks sosial dan budaya yang melatarbelakanginya. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada analisis hadis-hadis yang relevan, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman, serta implikasi praktis dari penggunaan sandal dalam konteks shalat. Penelitian ini melibatkan analisis literatur terhadap kitab-kitab syarah disertai dengan asbabul wurud hadis dan dilihat dari segi redaksional, historis, sosiologis, antropologis serta posisi Rasulullah. Penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan atau library research. Sumber data primer dalam penelitian ini ialah hadits-hadits tentang memakai sandal ketika shalat diantaranya Kitab Shahih Bukhari, Kitab Shahih Muslim, Kitab Sunan Abu Daud, Kitab Sunan Tirmidzi, Musnad Ahmad bin Hambal, dan sebagainya. Dengan menggunakan metode maudhui digunakan untuk mengelompokkan hadis-hadis yang berkaitan dengan penggunaan sandal, sementara pendekatan kontekstual membantu dalam memahami relevansi dan aplikasi hadis tersebut dalam kehidupan sehari-hari umat Islam saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sandal saat shalat tidak hanya berkaitan dengan aspek kebersihan dan kenyamanan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya dan sosial yang ada dalam masyarakat Muslim. Dengan memahami konteks di balik hadis, umat Islam dapat menerapkan ajaran ini dengan lebih baik, sehingga meningkatkan kualitas ibadah mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan studi hadis dan praktik ibadah yang lebih relevan di era modern.