Implementasi Supervisi Akademik Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di MTsN 2 Payakumbuh
Skripsi ini berjudul “Implementasi Supervisi Akademik dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Di Mtsn 2 Payakumbuh” yang disusun oleh Ikhsan Putra Pratama, NIM 2120381 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2025. Latar belakang pada penelitian ini ialah peneliti menemukan bahwa di MTsN 2 Payakumbuh terdapat bahwa kepala sekolah kurang mampu berkoordinasi dalam mengawasi para guru dengan para bawahannya terutama sedang melaksanakan pembelajaran di kelas dalam tugas supervisor. Hal ini dapat dilihat sebagai berikut: 1) ditemukan indikasi bahwa guru kurang mampu dalam menyusun RPP secara mandiri, sehingga terkadang RPP yang disusun tidak sesuai dengan pembelajaran yang dilaksanakan. 2) ditemukan indikasi bahwa guru kurang mampu dalam mengembangkan strategi terhadap materi, dan guru yang kurang mampu dalam menyediakan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di MTsN 2 Payakumbuh. Terdapat 3 informan penelitian, yaitu informan kunci, informan pendukung, dan informan tambahan. Dalam mengumpulkan data peneliti melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi sudah berjalan dengan baik. Kepala sekolah sudah melakukan supervisi di MTsN 2 Payakumbuh dengan cara 1) perencanaan (pertemuan awal) yaitu supervisor mendengarkan keluhan yang dihadapi guru saat pembelajaran dikelas. Serta mengadakan diskusi untuk menetapkan jadwal kapan akan dilaksanakannya supervisi akademik. Adapun persiapan yang dilakukan pengawas sebelum pelaksanaan supervisi akademik adalah menginformasikan kepada guru bahwa akan dilaksanakan supervisi akademik dan mengumpulkan perangkat pembelajaran guru tersebut. 2) pelaksanaan (implementasi) supervisi akademik dilakukan dengan cara kunjungan kelas (secara langsung) pada saat pembelajaran berlangsung, serta mengamati dan menilai persiapan perangkat pembelajaran guru tersebut dengan tujuan untuk melihat apakah sesuai antara perangkat pembelajaran dengan praktek di kelas. 3) pertemuan balikan (evaluasi) dilakukan setelah melaksanakan kunjungan kelas mengenai cara mengajar guru. Hal tersebut bertujuan agar ada peningkatan dan perubahan. Adapun yang sudah baik ditambah dan apabila ada kekurangan harus di ubah dan dilakukan pembinaan untuk memecahkan masalah tersebut. Secara keseluruhan, supervisi akademik yang dilakukan di MTsN 2 Payakumbuh berdampak positif terhadap peningkatan profesionalisme guru, baik dalam penyusunan perangkat pembelajaran maupun dalam proses mengajar.