MOTIVASI BELAJAR SISWA TUNA NETRA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SLB-A TUNA NETRA PAYAKUMBUH
Ikbal Nopri, NIM 2116 123, “Motivasi Belajar Siswa Tuna Netra dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SLB-A Tuna Netra Payakumbuh”. Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Terbiyah dan Ilmu Keguruan (IAIN) Bukittinggi 2020. Melihat dari problem yang berkaitan dengan motivasi belajar siswa di SLB-A Tunanetra Payakumbuh yang berkurang terbukti pada proses berlangsung siswa lebih memilih duduk di luar kelas sambil bercerita dengan temannya dari pada harus menunggu guru di kelas. Kemudian ada juga siswa yang tidur di asrama sambil main internet pada saat jam pelajaran PAI berlangsung. Hal ini tentu bukanlah hal yang sulit bagi siswa di sekolah tersebut, sebab jarak dari sekolah ke asrama cukup dekat. Beranjak dari permasalahan ini maka tujuan penelitian ini merupakan guna untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi motivasi belajar siswa tunanetra dalam pembelajaran PAI di SLBA Tuna Netra Payakumbuh dan juga untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dalam pembelajaran PAI di SLBA Tunanetra Payakumbuh. Jenis penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif deskriptif, yakni suatu bentuk penelitian yang ditunjukkan untuk mengambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik itu fenomena alamiah ataupun rekayasa manusia. Selanjutkan objek penelitian ini adalah tentang motivasi belajar siswa tunanetra Payakumbuh. Teknik pengumpulan data dengan mengunakan wawancara. Data dianalisis mengunakan teknik analisis deskriptif analitik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa rendah dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. (1) faktor internal dimana pengaruh dari dalam diri siswa itu sendiri. Kemudian hasil dari wawancara menyatakan kurangnya kemauan siswa untuk belajar baik dikelas maupun di asrama dan berbagai alasan yang dilontarkan siswa kepada gurunya di saat belajar dikelas, bahkan menyalahkan gurunya. (2) faktor eksternal dimana dipengaruhi oleh dari luar diri siswa tersebut. Berdasarkan hasil wawancara bahwa barbagai faktor yang mempengaruhinya mulai dari cara guru berkemungkinan yang kurang tepat, kemudian kurangya motivasi dari guru disaat belajar dikelas bahkan yang paling terpengaruhi adalah kemajuan IPTEK yang membuat siswa malas belajar. Siswa di asrama lebih banyak waktunya digunakan main gadget dari pada mengulangi pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah. (3) kendala yang dihadapi kami guru dalam mendorong siswa untuk bersemangat belajar baik dikelas maupun asrama/rumah, perlu kiranya kerjasama antara guru dan orang tua untuk saling mengontrol dan memberi motivasi pada anak/siswa. Sebenarnya rendahnya semangat belajar siswa terdapat dari dalm diri mereka masing-masing terlihat dari hasil penelitian ini seperti siswa sering malas-malasan dalam belajar. Kemudian lingkungan juga sangat berpengaruh secara seknifikan buktinya siswa lebah banyak digunakan waktunya untuk main gadget ketimbang mengulang pelajaran. Sehingga akibatnya, seketika belajar di kelas siswa tidak bersemangat lagi bahkan dengan adanya ini apa yang diberikan oleh guru dikelas tidak terserap secara sempurna oleh siswa. Kata Kunci : Motivasi Belajar, Pembelajaran Pendidikan Agama Islam