Strategi Pedagang Dalam Meningkatkan Penjualan Di Tengah Lemahnya Daya Beli Menurut Ekonomi Islam (Studi Kasus: Pasar Sicincin, Kec. 2×11 Enam Lingkung)
Skripsi ini disusun oleh Husnil Qatimah dengan NIM 3222077 Program Studi Strata-1 (S1) Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, dengan judul “Strategi Pedagang dalam Meningkatkan Penjualan di Tengah Lemahnya Daya Beli Menurut Ekonomi Islam (Studi Kasus: Pasar Sicincin, Kecamatan 2X11 Enam Lingkung).” Penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh melemahnya daya beli masyarakat Nagari Sicincin akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, sementara sebagian besar warga bekerja sebagai petani dan pekerja harian dengan penghasilan tidak menentu, sehingga pembeli yang datang ke pasar semakin berkurang dan omzet pedagang menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan cara pedagang di Pasar Sicincin menjaga dan meningkatkan penjualan meskipun daya beli masyarakat menurun akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, serta untuk melihat sejauh mana cara pedagang menjalankan strategi penjualan sesuai dengan prinsip ekonomi Islam, terutama dalam hal kejujuran, keadilan, dan kepedulian terhadap pembeli di saat kondisi ekonomi sulit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 50 orang pedagang di Pasar Sicincin yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, strategi pedagang Pasar Sicincin meliputi mempertahankan penjualan pada hari pasar utama dan menjaga hubungan dengan pelanggan tetap, menekan margin keuntungan agar harga tetap terjangkau, mengatur ulang jumlah pengambilan stok barang, menjaga kualitas barang, serta memberikan pelayanan yang ramah dan personal kepada pembeli. Strategi ini lebih diarahkan untuk mempertahankan usaha agar tidak merugi dan pelanggan tidak hilang dibandingkan mengejar keuntungan yang besar. Adapun penerapan prinsip ekonomi Islam tercermin dari penetapan harga yang wajar, sikap terbuka dalam menyampaikan kondisi barang kepada pembeli, dan keengganan mengambil untung di luar batas kepatutan. Nilai-nilai ini dijalankan pedagang secara alami dan menjadi alasan mereka masih dipercaya pelanggan di tengah lemahnya daya beli masyarakat.