ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERHOTELAN, RESORT DAN CRUISE LINES YANG TERDAFTAR DI BEI 2020-2022
Skripsi ini berjudul “ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERHOTELAN, RESORT DAN CRUISE LINES YANG TERDAFTAR DI BEI (SETELAH COVID -19) 2020-2022” yang disusun oleh Harras Fit NIM. 3420018 Program Studi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi atas bimbingan dari bapak H. Harfandi, SE.,M.SI Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Pandemi Covid-19 menyebabkan adanya kebijakan perbatasan sosial masyarakat yang berdampak pada perekonomian negara, sehingga banyak perusahaan mengalami tekanan keuangan terutama pada perusahaan perhotelan, resort dan cruise lines. Selain itu, rata-rata laba yang diterima perusahaan perhotelan, resort dan cruise lines pada saat dan setelah pandemi Covid-19 mengalami penurunan dan kenaikan laba sehingga akan mempengaruhi kinerj akeuangan perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 24 perusahaan dari total 30 populasi perusahaan perhotelan resort, dan cruise lines. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan tahun 2020-2022. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap laporan keuangan perusahaan perhotelan resort dan cruise lines yang terdaftar di BEI tahun 2020-2022 berdasarkan analisis rasio keuangan pada rasio solvabilitas (debt to asset ratio), rasio likuiditas (current ratio), rasio aktivitas (total asset turn over), rasio profitabilitas (return on asset) dalam mengukur kineja keuangan ditemukan bahwa terdapat 12 perusahaan perhotelan resort, dan cruise lines yang berprediket sehat pada rasio DAR, 8 perusahaan perhotelan resort, dan cruise lines berprediket sehat pada rasio CR, dan 2 perusahaan perhotelan resort, dan cruise lines yang berprediket sehat pada rasio ROA, sedangkan untuk rasio TATO tidak ditemukan perusahaan perhotelan resort, dan cruise lines yang memiliki prediket sehat sehingga bisa dikatakan bahwa kinerja keuangan mengalami penurunan setelah terjadinya covid-19.