Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

HAFIF VERDIAN

1 karya publik ditemukan.

2026: 1

Strategi Pengembangan Wisata Tapian Tabiang Barasok di Bukittinggi Berbasis Community Based Tourism

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Strategi Pengembangan Wisata Tapian Tabiang Barasok Di Bukittinggi Berbasis Community Based Tourism” yang disusun oleh Hafif Verdian NIM 3591091 Program Studi Pariwisata Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengembangan Wisata Tapian Tabiang Barasok di Kota Bukittinggi yang ditandai dengan masih rendahnya partisipasi masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, serta belum maksimalnya pengelolaan destinasi berbasis Community Based Tourism (CBT). Padahal, konsep CBT menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan Wisata Tapian Tabiang Barasok berbasis Community Based Tourism serta mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas pengelola destinasi, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan masyarakat setempat. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Wisata Tapian Tabiang Barasok telah menerapkan lima prinsip utama Community Based Tourism, yaitu prinsip ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan politik. Pada prinsip ekonomi, pengelolaan wisata mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Pada prinsip sosial, masyarakat berpartisipasi aktif melalui kegiatan gotong royong, musyawarah, dan penguatan organisasi Pokdarwis. Pada prinsip budaya, masyarakat mampu mempertahankan keaslian adat dan budaya lokal sekaligus mengenalkannya kepada wisatawan. Pada prinsip lingkungan, masyarakat bersama Pokdarwis berkomitmen menjaga kebersihan, melakukan penghijauan, serta memanfaatkan sebagian pendapatan wisata untuk pemeliharaan kawasan. Sementara itu, pada prinsip politik, masyarakat memiliki peran dominan dalam pengambilan keputusan, kepemilikan aset wisata, dan pengelolaan kelembagaan secara transparan. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia, promosi digital, pengembangan fasilitas pendukung, serta perluasan keterlibatan masyarakat masih perlu ditingkatkan agar pengelolaan destinasi menjadi lebih optimal dan berkelanjutan. Kata kunci: Strategi Pengembangan, Community Based Tourism (CBT), Partisipasi Masyarakat, Destinasi Wisata, Tapian Tabiang Barasok.