PENYESUAIAN DIRI SISWA TUNANETRA DI SMP NEGERI 3 SOLOK SELATAN
ABSTRAK Gusriyal Efendi, Nim. 2618.017 skripsi dengan judul Penyesuaian Diri Siswa Tunanetra di SMP N 3 Solok Selatan, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penyesuaian diri merupakan suatu proses yang mencakup respon-respon mental dan prilaku yang diperjuangkan individu agar dapat berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustasi, konflik, serta untuk menghasilkan kualitas keselarasan antara tuntutan dari dalam diri individu dengan tuntutan dunia luar atau lingkungan tempat individu berada. Anak tunanetra adalah anak yang mengalami kekurangan fungsi pada indra penglihatan untuk melihat bayangan benda dalam melakukan aktivitas-aktivitas baik di rumah maupun di sekolah, sehingga membutuhkan Pendidikan khusus guna mendukung kegiatan kesehariannya. Fenomena yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa bentuk berpartisipasi siswa Tunanetra terhadap fungsi dan aktivitas di sekolah kurang baik yang ditandai dengan tidak keikutsertaan dalam ekstrakurikuler dan tidak aktif dalam proses pembelajaran. Hubungan siswa tunanetra dengan guru maupun pegawai sekolah juga biasa-biasa saja dan tidak ada masalah. Hubungan siswa tunanetra DC, AH dan FO dengan teman sekolah baik itu teman sebangku, teman sekelas maupun teman-teman dari kelas lain ada yang baik namun ada pula yang hubungannya kurang harmonis. Pengaruh teman sebaya pada siswa tunanetra ada pada kegiatan gotong royong, sementara untuk kegiatan-kegiatan sekolah yang lainnya tidak terlihat pengaruh dari teman sebaya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyesuaian diri siswa tunanetra terhadap sekolah di SMP N 3 Solok Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kejadian yang terjadi di lapangan sehingga tergambarkan bentuk penyesuaian diri siswa tunanetra tersebut. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Adapun yang menjadi informan kunci dalam penelitian ini adalah 3 orang siswa tunanetra kelas VII, VIII, dan IX. Informan pendukung adalah 1 orang guru kelas, 1 orang guru BK dan 1 orang siswa kelas VIII. Hasil penelitian tentang penyesuaian diri siswa tunanetra terhadap sekolah yaitu Siswa tunanetra AH, DC, dan FO berpartisipasi dalam aktivitas sekolah seperti gotong royong, piket kelas, dan upacara bendera. Siswa tunanetra AH, DC, dan FO tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Kerja sama siswa tunagrahita AH, DC, dan FO dalam kelompok tidak terlihat. Siswa tunanetra juga memiliki hubungan yang baik dengan guru-guru, serta pegawai sekolah. Hubungan siswa tunanetra AH, DC, dan FO dengan teman di sekolah baik itu teman sebangku, teman sekelas maupun teman-teman dari kelas lain ada yang baik namun ada pula yang hubungannya kurang baik. Siswa tunanetra AH, DC, dan FO menerima keadaan dirinya saat ini.