STRATEGI PEMERINTAH NAGARI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT TANI BUNGO TANJUANG DI DESA SUNGAI LASI NAGARI ALAHAN MATI KECAMATAN SIMPATI KABUPATEN PASAMAN
Skripsi ini berjudul “STRATEGI PEMERINTAH NAGARI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT TANI BUNGO TANJUANG DI DESA SUNGAI LASI NAGARI ALAHAN MATI KECAMATAN SIMPATI KABUPATEN PASAMAN). Disusun oleh Gito Pratama, Nim. 3218188 Mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittingi 2022. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwasanya penulis untuk mengetahui Strategi Pemerintah Nagari Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Tani Bungo Tanjuang Di Desa Sungai Lasi Nagari Alahan Mati Kecamatan Simpati Kabupaten Pasaman. Dalam pelaksanaannya masih terdapat hambatan dimana bantuan bahan baku pupuk untuk modal usaha yang diberikan tidak mencukupi kebutuhan para kelompok tani Bungo Tanjuang di Nagari Alahan Mati Kab Pasaman. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, dengan teknik pengumpulan data melalui obesrvasi,wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis SWOT pengumpulan data, pengelohan data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Desa Sungai Lasi Nagari Alahan Mati Kecamatan Simpati Kabupaten Pasaman, Dapat Dikemukakan strategi pemerintah nagari dalam meningkatkan pendapatan masyarakat tani bungo tanjuang yaitu; 1.Pemanfaatan tenaga kerja dari wilayah sekitar untuk meningkatkan produksi. 2.Pengoptimalan pengolahan usaha dengan menambah modal sehingga barang yang dihasilkan lebih maksimal. 3.Lebih memperkenalkan lagi bahwa kelompok– kelompok di nagari alahan mati memiliki kualitas bagus. 4.Memanfaatkan bahan-bahan yang telah disediakan alam. 5.Peduli terhadap kemakmuran masyarakat. 6.Lebih menekankan kepada hasil yang didapat masyarakat. 7.Menjaga harga untuk selalu mengikuti perkembangan zaman. 8.Menjadikan kegagalan sebagai motivasi. 9.Menguasai mesin yang telah disediakan pemerintah nagari. 10.Menjadikan kejujuran tiang usaha.